Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MUI Awasi Aliran-aliran Keagamaan di Tanah Air

Rabu, 06 April 2011, 17:07 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan pengawasan terhadap aliran-aliran keagamaan di Indonesia. Sebab, selain jumlah mereka cenderung meningkat, keberadaan aliran tersebut tak lain adalah metamoformosa atau perpanjangan dari aliran yang pernah dinyatakan sesat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI , Utang Ranuwidjaya. “Beberapa adalah pemain lama bikin aliran dengan nama baru,”ujar dia.

Kepada Republika di Jakarta, Rabu (6/4), Utang mengatakan diyakini jumlah aliran menyimpang mencapai ratusan. Berdasarkan data dari Bakorpakem, terdapat sekitar 300 aliran yang diindikasikan berlawanan dengan arus utama Islam. Di tingkat pusat, MUI sendir telah mengeluarkan fatwa sesat bagi kurang dari 10 kelompok.

Terutama, imbuh Utang, adalah kelompok yang telah memiliki jaringan transporvinsi dan transnasional. Seperti Alqiyadah Al Islamiyyah, Ahmadiyah Qadiyan, ataupun Islam Jamaah. Di tingkat daerah, terdapat pula sejumlah aliran yang telah dinyatakan sesat oleh MUI wilayah. “Tetapi data pastinya masih akan kita lakukan pendataan,”kata dia

Utang mengemukakan fatwa sesat yang dikeluarkan MUI melalui proses yang bertahap. Kajian dilakukan secara intensif. Biasanya, laporan dan permintaan disampaikan baik melalui perorangan atau lembaga. “Kesimpulan akhir fatwa ada di komisi fatwa,”kata dia  

Dalam kajiannya, ujar Utang, komisi pengkajian mengacu pada dasar pedoman identifikasi aliran sesat yang merupakan hasil rapat kerja nasional MUI. Terdapat 10 kriteria yang dijadikan patokan sebuah alirang dinyatakan sesat. Antara lain,inkar Alquran, Sunnah, dan percaya akan adanya nabi baru setelah Muhammad. “Satu saja dari 10 itu terpenuhi bisa dikategorikan sesat,”papar dia 

Karenanya, ke depan, Utang mengimbau masyarakat agar mewaspadai kebaradaan aliran-aliran baru. Sebaiknya, tidak mudah terpancing dengan berbagai iming-iming baik yang berasal dari materi ataupun ajaran. “Ketika ada yang janggal jangan mudah percaya,”pungkas dia.

Reporter : Nashih Nashrullah
Redaktur : Krisman Purwoko
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  habib Senin, 11 April 2011, 12:06
@Anto..! Sesat pasti krn tdk sesuai dg Al Qur'an Hadits, ttp bila menambahi dg ada dasar yg dpt dipertanggung jawabkan dalil scr Aqli & Naqli tdk apa2..
  adi rahadi Jumat, 8 April 2011, 13:21
salam. Semoga MUI terus berperan aktif dalam memantau dan mengawasi aliran sesat. Mohon MUI dan pemerintah (DEPAG) dll dapat membuat Undang-Undang tentang aliran sesat dengan Jelas dengan hukumannya sekali sehingga dapat dijadikan patokan masyarakat Islam di Indonesia. terima kasih.
  anto Jumat, 8 April 2011, 10:40
Sesat bukan tdk sesuai dg arus utama, tetapi tdk sesuai (menambah /mengurangai) dan bertentangan dg Al Qur'an dan Sunnah.