Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sidang Komisi A Molor, Proses Pemilihan Ketua Umum Ansor Tertunda

Senin, 17 Januari 2011, 12:15 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA—-Sidang komisi A dalam Kongres Gerakan Pemuda (GP) Ansor masih berjalan. Karena peserta masih belum menemukan kata sepakat tentang Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) soal batas usia 40 tahun, maka sidang berjalan berlarut-larut.

Alhasil, sidang pleno yang seharusnya digelar sebagai landasan pemungutan suara melalui voting yang dimiliki 516 suara dari pengurus cabang (PC), dan pengurus wilayah (PW), dan pengurus pusat (PP) GP Ansor menjadi tertunda.

Berdasarkan keterangan dari panitia, jika lancar maka proses pemilihan akan berlangsung Senin (17/1) dini hari. Namun, jika peserta komisi A masih juga belum menemukan kata sepakat bisa jadi proses pemilihan akan terus tertunda.

Karena hingga pukul 21.00, sidang komisi belum juga berakhir dan para peserta bergantian melakukan interupsi jika pembahasan PD/PRT diduga berusaha menguntungkan kandidat tertentu.

Terdapat tiga kandidat yang bisa kandas duluan, jika pasal 20 PD/PRT soal batas usia 40 tahun jadi diberlakukan. Mereka adalah Syaifullah Tamliha, Khatibul Umam Wiranu, dan Chaerul Sholeh Rasyid.

Perlu diketahui, usia Syaifullah Tamliha saat ini 41 tahun, Khatibul Umam Wiranu 44 tahun, dan Chaerul Sholeh Rasyid 45 tahun. Salah satu kandidat, Khatibul Umam Wiranu (anggota Fraksi Partai Demokrat) geram melihat molornya pembahasan PD/PRT di komisi A yang membicarakan batas usia kandidat. “Jika masih terus deadlock berdebat, saya minta PBNU untuk turun tangan,” tegas dia.

Dari pantauan Republika, hingga malam ini belum ada satu kandidat pun yang datang ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, tempat Kongres GP Ansor ke-14 berlangsung.

Reporter : erik purnama putra
Redaktur : Krisman Purwoko
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...