Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Indonesia Hadapi Masalah Kebodohan, Pengangguran, Kemiskinan, Krisis Akhlak

Selasa, 04 Januari 2011, 10:33 WIB
Komentar : 0
Republika
Menag
Menag

REPUBLIKA.CO.ID,PALANGKARAYA--Indonesia kini menghadapi empat persoalan utama yaitu berupa masalah kebodohan, penggangguran, kemiskinan dan krisis akhlak. "Keempat permasalah tersebut, belakangan ini sangat memprihatinkan kita semua," kata Mentri Agama, Suryadharma Ali, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubenur Provinsi Kalimantan Tengah, Achamd Diran, saat Peringatan Hari Amal Bakti ke-65, di Palangka Raya, Senin.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Kementrian Agama (Kemenag) berperan strategis dalam empat hal yakni peningkatan pemahaman dan pengamalan agama, pembinaan kerukunan antar umat beragama, peningkatan pendidikan keagamaan serta mengawal akhlak dam moral bangsa. Melalui program pendidikan agama dan keagamaan, Kemenag turut mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana pemberdayaan lembaga pendidikan agama dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan telah mengalami banyak kemajuan.

Kemenag dalam upaya menanggulangi kemiskinan, telah berperan dan memberikan kontibusi melalui pemberdayaan lembaga-lembaga sosial keagamaan, seperti pemberdayaan rumah ibadah sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu juga, bersama instansi terkait mengembangkan kebijakan di bidang pengelolaan zakat, infak, sedekah, wakaf serta dana sosial keagamaan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi kemiskinan.

"Saya mengingatkan kembali, bahwa Kemenag kedepan perlu mempertajam subsntansi dan efektivitas tugas pokok yang telah dilaksanakan selama ini,"ucapnya. Ditambahkannya, untuk penyelenggaraan ibadah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik dari sistem, manajemen, akutanbilitas dan pelayanan kepada jemaah haji.

"Saya berharap berbagai kemajuan dalam pelaksanaan ibadah haji yang telah dicapai terus dipelihara dan ditingkatkan di masa mendatang,"ujarnya lagi. Sesuai rekomendasi Nasional Summit 2009, bahwa isu utama pembangunan agaman mencakup tiga hal, yakni peningkatan wawasan keagamaan yang dinamis, penguatan peran agama dalam pembentukan karakter dan peradaban bangsa serta peningkatan kerukuna umat beragama dalam membangun kerukunan nasional.

Dengan demikian peran Kementrian Agama ke depan semakin penting dan stategis lagi, tegasnya.
Ia meminta, seluruh jajaran aparatur Kemenag, baik di pusat maupun di daerah, untuk bekerja keras dan bersama-bersama memperkuat kesadaran kolektif mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan etika kerja yang sehat dan benar serta menjauhi segala macam praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Saya mengajak kita sekalian marilah benar-benar kita tegakkan integritas aparatur Kemenag yang bersih, jujur,profesional dan berwibawa," katanya mengakhiri.


Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  abuafzal Kamis, 20 Januari 2011, 12:03
Kemenag cuma retorika, liat tuh anak jalanan semakin banyak, Depok minta 1 MAN aja ga bisa diwujudkan, kalo ngomong aja semua orang bisa. Faktanya boss. Bohong lagi
  ISMABISA Selasa, 4 Januari 2011, 10:37
Tugasan pemimpin & ketua masyarakat di negara yg pemerintahnya beragama Islam & mayoritas warganya Muslim,
seharus menjurus umatnya kearah meningkat pemahaman & pengamalan agama, menstruktur kedamaian antarumat beragama, penarafan pendidikan keagamaan serta mengawal akhlak & moral warganya, semoga massa bebas korupsi.