Jumat, 28 Ramadhan 1435 / 25 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Maftuh Luruskan Persepsi Penamaan Masjid At-Tiin

Sabtu, 01 Januari 2011, 15:01 WIB
Komentar : 0
Masjid At Tin
Masjid At Tin

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Masyarakat cenderung memiliki persepsi yang keliru terhadap penamaan Masjid At-Tiin. Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni coba meluruskan hal itu dalam kesempatan Dzikir Nasional yang diselenggarakan Republika, Jumat (31/12).

Ia mengatakan nama At-Tiin tidak berasal dari nama istri Mantan Presiden Soeharto. Menurutnya Alm. Soeharto justru sempat menolak menamakan Masjid di lingkungan Taman Mini Indonesia Indah itu dengan nama At-Tiin. "Beliau khawatir hal itu justru menimbulkan pengkultusan individu," katanya.

Penggagas Masjid At-Tiin kemudian menjelaskan kepada Alm. Soeharto latar belakang pemilihan nama At-Tiin. Mereka, lanjut Mahtuh, mengambil nama itu dari salah satu surah yang terdapat di dalam al-Quran. Alasannya, Allah menjelaskan manusia adalah sebaik-baiknya makhluk pada ayat ke empat surah At-Tiin.

Dalam surat itu juga dijelaskan syarat utama jika manusia ingin selamat dari kebinasaan di akhirat. "Yaitu beriman dan beramal Shaleh," ujar Maftuh.

Alm Soeharto berubah pikiran setelah mendapat penjelasan itu. Masjid megah di sudut TMII pun bernama At-Tiin hingga saat ini.

Masji At-Tiin, kata Maftuh, konsisten berusaha menciptakan manusia yang beriman dan beramal Shaleh. Karena itu lah, Masjid At-Tiin bersedia menjadi tuan rumah Dzikir Nasional sembilan kali berturut-turut.c42

Reporter : c42
Redaktur : Krisman Purwoko
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar