Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Tebar Kecurigaan Terhadap Aktivis Jamaah Tabligh

Senin, 13 September 2010, 21:18 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON--Polisi kembali mengawasi gerak-gerik seratusan anggota Jamaah Tablig. Dalam keterangannya, polisi mengaku mencurigai mereka menyelenggarakan latihan perang di Desa Kawa, Kabupaten Maluku Tengah dan Desa Olas, Kabupaten Seram Bagian Barat, sehingga meresahkan warga setempat.

"Sesuai hasil pantauan kami, kegiatan mereka masih didominasi syiar agama tapi sering dibarengi kegiatan latihan perang-perangan," kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanes Huwae di Ambon, Senin. Awalnya, kata Huwae, 100 anggota Jamaah Tablig beraktivitas di Kampung Baru, Masohi, Ibu Kota Maluku Tengah. Mereka kemudian pindah ke tempat kegiatan baru di Desa Kawa.

Aktivitas serupa juga dilakukan ratusan jamaah di Desa Olas yang diduga telah berlangsung lebih dari enam bulan. "Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi yang akurat kepada polisi bila mendapati adanya kegiatan mencurigakan yang dilakukan orang-orang tertentu di dalam hutan secara tersembunyi," katanya.

Ini bukan pertama kali polisi memantau aktivitas Jamaah Tabligh. Hal serupa pernah terjadi tahun lalu. Namun setelah mendapatkan reaksi, kecurigaan polisi terhadap Jamaah Tabligh melunak. Selama ini, para aktivis Jamaah Tabligh dikenal menjalankan pendekatan dakwah tanpa kekerasan dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Redaktur : irf
Sumber : ant
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar