Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Alumni UIN Ciptakan Alat Praktis Penentu Arah Kiblat

Wednesday, 25 August 2010, 00:21 WIB
Komentar : 0
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa arah kiblat bagi umat Muslim di Indonesia tidak persis ke barat, melainkan arah barat laut. Alumni Jurusan Tadris IPA IAIN (UIN) Syarief Hidayatullah, Yazid Novaly Alaydrus membuat suatu alat praktis penunjuk arah Kiblat.

"Kompas arah Kiblat yang dimaksud adalah jarum kompas yang dapat diposisikan magnet elementernya pada bagian tertentu dan diatur sedemikian rupa sehingga arah menunjukkan langsung ke Kiblat," papar Yazid dalam siaran persnya yang diterima Republika di Jakarta, Selasa (24/8). Alat berupa lempengan logam berlapis plastik pipih bundar berdiameter sekitar empat sentimeter ini, hanya diletakkannya di permukaan air dalam gelas atau cawan dan praktis langsung berputar menyesuaikan ke arah Kiblat.

Dikatakan Yazid, alat ini didesain menggunakan fungsi trigonometri. "Jakarta dan sekitarnya terletak pada posisi -6,10 derajat Lintang Selatan dan 106,49 Bujur Timur. Sementara Makkkah terletak pada posisi 21,25 derajat Lintang Utara dan 39,50 derajat Buhur Timur," kata Yazid. Dari hasil perhitungannya, arah Kiblat untuk daerah Jakarta dan sekitarnya adalah pada 295,08 derajat.

Alat Kompas Kiblat praktis ini telah diproduksi massal oleh Persatuan Mubaligh Tangerang Selatan (Pemtas). Alat ini menurut Yazid, telah teruji secara ilmiah dari UIN Syarif Hidayatullah dengan nomor Un.01/R/HM.02.01/434/2008 serta Rekomendasi LIPI No 124/JL.03/UM/HKI/2008 serta didaftarkan ke Dirjen Hak Paten No s.00200800113 serta s.00200800141.

Sebelumnya, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ichwan Syam menegaskan bahwa arah kiblat bagi umat Islam di Indonesia adalah barat laut. "Secara hitung-hitungan sudut, sejak dulu kita menetapkan arah barat dengan serong sedikit, yaitu barat laut," paparnya usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan beberapa waktu lalu. Ichwan Syam menegaskan bahwa penetapan arah barat laut sebagai arah kiblat didasarkan pada serangkaian hasil penelitian yang menyatakan bahwa letak geografis Indonesia tidak persis berada di timur Masjidil Haram, tetapi agak ke Selatan.

Reporter : osa
Redaktur : irf
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...