Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hari Gini Ada Kepala SMP Negeri Larang Muridnya Berjilbab

Friday, 23 July 2010, 07:15 WIB
Komentar : 0
Musiron/Republika
ilustrasi
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA KAPUAS--Hari gini masih ada kepala sekolah negeri yang melarang muridnya mengenakan jilbab. Tak hanya ketinggalan zaman, larangan ini juga tidak menghormati hak beragama umat Islam. Kasus pelarangan jilbab ini terjadi di SMP Negeri 4 Selat Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.

Seperti diberitakan banjarmasinpost.co.id, para orangtua murid SMPN 4 Selat Kuala Kapuas mengeluhkan sikap pihak sekolah yang menerapkan larangan itu. Kepala Sekolah SMPN 4 Ragus Rumbang saat dikonfirmasi, tidak menepis hal itu. "Itu peraturan sekolah dan hasil keputusan rapat dewan guru. Jadi bukan keputusan kepala sekolah," kata Ragus, kemarin.

Dia beralasan, keputusan ini sebagai kebijakan dalam otonomi sekolah, meski pemerintah sendiri tidak melakukan pelarangan terhadap hal itu. "Kalau kembali ke otonomi, sekolah tidak berhak mengatur dan itu keputusan sekolah sesuai otonomi sekolah," tutur dia.

Lebih lanjut, dia menerangkan, larangan murid perempuan memakai jilbab diberlakukan agar terjadi keseragaman dan tidak terjadi pengelompokan antara murid Muslim dan non-Muslim. Dia menegaskan, hal itu sudah berlangsung sejak lama dan telah menjadi tata tertib di sekolah itu.

Saat pendaftaran, menurut dia, para calon siswa baru juga sudah dijelaskan tentang tata tertib itu. "Saat pendaftaran sudah dijelaskan tentang peraturan dan tata tertib itu, termasuk jenis pakaian yang wajib dipakai. Dari situ semestinya bisa dipahami," imbuh dia.

Redaktur : irf
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengamat AS: Jokowi Perlu Bentuk Pemerintahan yang Profesional
Hiruk pikuk transisi demokrasi telah usai, kini pasangan Jokowi-JK resmi menjadi pemimpin negara dan mengemban amanah rakyat. Namun menurut sejumlah pengamat, Presiden Jokowi...