Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hari Gini Ada Kepala SMP Negeri Larang Muridnya Berjilbab

Jumat, 23 Juli 2010, 07:15 WIB
Komentar : 0
Musiron/Republika
ilustrasi
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA KAPUAS--Hari gini masih ada kepala sekolah negeri yang melarang muridnya mengenakan jilbab. Tak hanya ketinggalan zaman, larangan ini juga tidak menghormati hak beragama umat Islam. Kasus pelarangan jilbab ini terjadi di SMP Negeri 4 Selat Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.

Seperti diberitakan banjarmasinpost.co.id, para orangtua murid SMPN 4 Selat Kuala Kapuas mengeluhkan sikap pihak sekolah yang menerapkan larangan itu. Kepala Sekolah SMPN 4 Ragus Rumbang saat dikonfirmasi, tidak menepis hal itu. "Itu peraturan sekolah dan hasil keputusan rapat dewan guru. Jadi bukan keputusan kepala sekolah," kata Ragus, kemarin.

Dia beralasan, keputusan ini sebagai kebijakan dalam otonomi sekolah, meski pemerintah sendiri tidak melakukan pelarangan terhadap hal itu. "Kalau kembali ke otonomi, sekolah tidak berhak mengatur dan itu keputusan sekolah sesuai otonomi sekolah," tutur dia.

Lebih lanjut, dia menerangkan, larangan murid perempuan memakai jilbab diberlakukan agar terjadi keseragaman dan tidak terjadi pengelompokan antara murid Muslim dan non-Muslim. Dia menegaskan, hal itu sudah berlangsung sejak lama dan telah menjadi tata tertib di sekolah itu.

Saat pendaftaran, menurut dia, para calon siswa baru juga sudah dijelaskan tentang tata tertib itu. "Saat pendaftaran sudah dijelaskan tentang peraturan dan tata tertib itu, termasuk jenis pakaian yang wajib dipakai. Dari situ semestinya bisa dipahami," imbuh dia.

Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  som Rabu, 29 Juni 2011, 10:36
mungkin kepsek nya suka yg seksi2, kita k labing aja pak, hahaha
  syamsudin Minggu, 28 November 2010, 07:52
kepala sekalahnya wajib di gantung di tiang bendera aja.kurang ajar itu namanya.
  adriyanto utomo Kamis, 2 September 2010, 17:22
Rakyat Cinta Negeri; Hari2 lho diciduk sama densus 88... btw anti SBY dan AY juga ya? sama dong!!!
  Rakyat Cinta Negri Kamis, 19 Agustus 2010, 21:33
Orang kaya gini koq bisa jadi kepala sekolah ya ? jangan2 dia KepSek Cabul yg diangkat Diknas Cabul di negara Cabul. Alhamdulillah aku ga ikut cabul.
  Rakyat Cinta Negri Kamis, 19 Agustus 2010, 20:48
Coba tanya ama Bu Ani Yudoyono, yang mengaku sebagai Ibu Negara, apakah larangan itu wajar atau tidak, baik atau tidak. Pasti dia jawab "Ah.. Ga apa-apa kalo dilarang, wong saya aja ga pake bisa jadi Ibu Negara"

  VIDEO TERBARU
Mahathir Kunjungi Mega, Mahathir: Mega Sahabat Lama Saya
JAKARTA -- Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat (14/4). Berikut video...