Ma'arif: Umat Islam Perlu Terbuka Terhadap Perbedaan Kelompok

Jumat, 02 Juli 2010 06:24 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Sejak sebelas tahun terakhir ini di Indonesia muncul gerakan radikal atau setengah radikal yang berbaju Islam yang antidemokrasi dan antipluralisme.  Di antaranya Majelis Mujahidin Indonesia, Front Pembela Islam, dan Hizbut Tahrir Indonesia.

''Mereka hanya bergaul dengan kelompoknya sendiri. Padahal kalau pergaulan hanya dengan kelompoknya sendiri, itu itu saja mengerdilkan kemanusiaan,''ujar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif dalam diskusi buku karyanya 'Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita', di Kantor PP Muhammadiyah yang diselenggarakan Lembaga Studi Islam dan Politik yang diselenggarakan menyambut Muktamar Satu Abad Muhammadiyah, Kamis (1/7).

Karena itu, kata Syafi'i, umat Islam perlu lebih terbuka terhadap perbedaan-perbedaan yang terdapat di kelompok-kelompok lain. Keterbukaan akan terbentuk dari pergaulan dengan berbagai kelompok lain. Oleh sebab itu, generasi muda Islam perlu didorong menjalin pergaulan seluas-luasnya.

Anak-anak muda, kata Syafi'i, jangan hanya bergelut di organisasinya sendiri, tapi harus bergaul dengan berbagai kelompok lain. Dengan pergaulan yang luas, umat Islam diharap dapat lebih menghargai dan menghormati kebenaran yang diyakini oleh kelompok lain serta memberi kesempatan pada kelompok lain untuk meyakini kebenaran yang dipercayainya.

Hadir pula dalam diskusi Direktur Program Paramadina Ihsan Ali Fauzi, Direktur Program Studi Pascasarjana S3 Bidang Agama dan Lintas Budaya (CRCS) Universitas Gadjah Mada Zainal Abidin Bagir, dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Zully Qodir.

Zainal Abidin Bagir mengatakan sebagai negara pluralis, Indonesia perlu memberikan perlindungan serta pengakuan seluas-luasnya terhadap kelompok-kelompok yang berbeda di masyarakat. Untuk itu, negara seharusnya bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Redaktur: Endro Yuwanto
Reporter: Neni Ridarineni


840 reads

eger axza, Rabu, 4 Agustus 2010, 04:42

mari kita berbenah demi kebaikan semua. amien

Balas
Aman, Jumat, 9 Juli 2010, 21:19

Lukman dan Hans, jangan-jangan Islam dihina dan dilecehkan itu gara-gara kalian.. sudahkah introspeksi?

Balas
Lukman, Senin, 5 Juli 2010, 17:35

Bung Hans....anda betul!!

Balas
jaka umbara, Sabtu, 3 Juli 2010, 17:48

setuju bang mu'arif! Islam agama besar, kalo hanya terkotak-kotak dan hanya diam di kotak itu terus, maka seperti katak dalam tempurung!

Balas
ma-il, Sabtu, 3 Juli 2010, 17:48

Islam jelas anti demokrasi karena demopkrasi bukan jalan islam.Antipluralisme... perlu detail yg rinci pada bab yg mana.Banyak Syariat islam yg mengajarkan prilaku prilaku mulia tap[i tegas terhadap org2 yg beda agama dan pemahaman yg menyimpang.Silahkan kita kaji secara jujur.Cocokan dgn syariat bukan dgn nafsu kita

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda