Friday, 28 Ramadhan 1435 / 25 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Islam Masuk ke Indonesia Sejak Zaman Majapahit?

Wednesday, 30 June 2010, 00:42 WIB
Komentar : 0
Kapal armada laut Kerajaan Majapahit, ilustrasi
Kapal armada laut Kerajaan Majapahit, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Islam masuk ke Indonesia atau nusantara bukan sejak masa Kerajaan Demak. Namun, Islam masuk ke nusantara jauh sebelum masa itu.

Fakta itu diungkapkan penulis, Herman Sinung Janutama, dalam bukunya yang akan diluncurkan Kamis (1/7) lusa, menjelang Muktamar Seabad Muhammadiyah di Yogyakarta. Buku setebal 230 halaman itu diharapkan bisa diluncurkan oleh mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

''Sebetulnya Islam mulai berkembang di Indonesia sejak zaman Majapahit sehingga diharapkan buku ini nanti bisa untuk pertimbangan dimasukkan dalam kurikulum sejarah, khususnya di sekolah Muhammadiyah dan menjadi ciri khas Muhammadiyah,'' kata Herman kepada Republika di Yogyakarta, Selasa (19/6).

Rencananya, Herman akan menulis masalah ini dalam tiga jilid buku yang semuanya diharapkan tuntas akhir tahun nanti. ''Kalau data-datanya sudah terkumpul semua, tinggal menuliskan alurnya yang mudah dan dipahami masyarakat saat membaca,'' ucapnya.

Herman memberikan sedikit informasi bukunya itu. Pada buku jilid kedua, dia akan memaparkan perkembangan zaman pemerintahan Hayam Wuruk dengan membaca ulang kitab Negara Kertagama. Sedangkan jilid ketiga tentang Kerajaan Majapahit di masa akhir.

Dikatakannya, selama ini sejarah konvensional yang berkembang di Indonesia menyebutkan bahwa Islam mulai berkembang di Indonesia sejak zaman Kerajaan Demak. ''Sedangkan buku yang kami tulis yang datanya kami dapatkan dari berbagai sumber seperti peninggalan leluhur berupa Babad Majapahit, situs-situs di candi, makam dan masjid yang ada sejak zaman Majapahit, cerita dari para sesepuh Jawa terutama pensiunan abdi dalem keraton, dan dalang menyatakan bahwa Kerajaan Majapahit itu Islam, bukan Hindu,'' paparnya.

''Saya sendiri membaca Babad Majapahit yang kami dapatkan di Mlangi dalam aksara Jawa, juga menunjukkan hal itu,'' ungkap Herman.

Reporter : Neni Ridarineni
Redaktur : Budi Raharjo
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar