Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Islam Masuk ke Indonesia Sejak Zaman Majapahit?

Rabu, 30 Juni 2010, 00:42 WIB
Komentar : 0
Kapal armada laut Kerajaan Majapahit, ilustrasi
Kapal armada laut Kerajaan Majapahit, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Islam masuk ke Indonesia atau nusantara bukan sejak masa Kerajaan Demak. Namun, Islam masuk ke nusantara jauh sebelum masa itu.

Fakta itu diungkapkan penulis, Herman Sinung Janutama, dalam bukunya yang akan diluncurkan Kamis (1/7) lusa, menjelang Muktamar Seabad Muhammadiyah di Yogyakarta. Buku setebal 230 halaman itu diharapkan bisa diluncurkan oleh mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

''Sebetulnya Islam mulai berkembang di Indonesia sejak zaman Majapahit sehingga diharapkan buku ini nanti bisa untuk pertimbangan dimasukkan dalam kurikulum sejarah, khususnya di sekolah Muhammadiyah dan menjadi ciri khas Muhammadiyah,'' kata Herman kepada Republika di Yogyakarta, Selasa (19/6).

Rencananya, Herman akan menulis masalah ini dalam tiga jilid buku yang semuanya diharapkan tuntas akhir tahun nanti. ''Kalau data-datanya sudah terkumpul semua, tinggal menuliskan alurnya yang mudah dan dipahami masyarakat saat membaca,'' ucapnya.

Herman memberikan sedikit informasi bukunya itu. Pada buku jilid kedua, dia akan memaparkan perkembangan zaman pemerintahan Hayam Wuruk dengan membaca ulang kitab Negara Kertagama. Sedangkan jilid ketiga tentang Kerajaan Majapahit di masa akhir.

Dikatakannya, selama ini sejarah konvensional yang berkembang di Indonesia menyebutkan bahwa Islam mulai berkembang di Indonesia sejak zaman Kerajaan Demak. ''Sedangkan buku yang kami tulis yang datanya kami dapatkan dari berbagai sumber seperti peninggalan leluhur berupa Babad Majapahit, situs-situs di candi, makam dan masjid yang ada sejak zaman Majapahit, cerita dari para sesepuh Jawa terutama pensiunan abdi dalem keraton, dan dalang menyatakan bahwa Kerajaan Majapahit itu Islam, bukan Hindu,'' paparnya.

''Saya sendiri membaca Babad Majapahit yang kami dapatkan di Mlangi dalam aksara Jawa, juga menunjukkan hal itu,'' ungkap Herman.

Reporter : Neni Ridarineni
Redaktur : Budi Raharjo
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Abdullatip Minggu, 25 Maret 2012, 23:08
Saatnya tabir2 gelap sejarah diungkap..... Prabu Siliwangi Raja kerajaan Padjadjaran pun seorang muslim (Teks Sahadat : Musium siliwangi)
  Wongmajapahit Minggu, 18 Desember 2011, 05:06
Kalo pingin mengetahui lebih mendalam tentang majapahit belajarlah di bali, karena masyarakat bali sekarang adalah pelarian bangsawan majapahit yg tidak mau masuk islam, banyak naskah lontar asli yg disimpan di pura maupun keluarga yg masih menyimpannya hingga saat ini
  Maulana Rabu, 13 April 2011, 19:57
Sejak abad ke 8 konon sudah ada kerajaan Islam di Pereulak,Aceh
  andi ballo Kamis, 13 Januari 2011, 10:50
kutipan wawancara dengan repoblica.

Sebetulnya yang paling menarik adalah bagaimana kita berbeda dengan pandangan para sejarawan mengenai Islam masuk ke Indonesia pada umumnya. Kami berpandangan bahwa Islam masuk ke Indonesia sejak zaman Nabi Muhammad. Bahkan sebelum beliau wafat, Islam sudah ada di Nusantara. Beliau
  maman Rabu, 15 Desember 2010, 09:28
sejarah yang diajarkan disekolah memangperlu drefisi agar kebenaran yang terungkap