Hidayatullah Gelar Munas di Makassar

Minggu, 06 Juni 2010, 23:12 WIB
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR--Ormas Hidayatullah menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke 3 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 6 hingga 10 Juni itu, akan dibuka oleh Menteri Agama RI Suryadharma Ali, Ahad (6/6) malam, bertempat di Kompleks Masjid Al-Markaz al-Islami.

 Acara pembukaan didahului dengan tabligh akbar bersama Ust Yusuf Mansyur sekaligus penggalangan dana kemanusiaan. Mantan wakil presiden Jusuf Kalla juga dijadwalkan memberikan sambutan.  Kegiatan diikuti oleh sekitar 1.200 peserta.

 Munas akan membahas beberapa hal, antara lain perubahan Pedoman Dasar Organisasi (AD/ART), serta pengesahan program umum lima tahunan. Humas Hidayatullah Haryono Madari mengatakan, pihaknya akan mengeluarkan sejumlah rekomendasi, baik menyangkut persoalan internal maupun eksternal. ‘’Sebagai pelengkap, kami memberikan penghargaan kepada para guru dan dai berprestasi,’’ ungkapnya.

 Agenda tak kalah penting adalah pemilihan Ketua Umum Pimpinan Pusat serta anggota Dewan Syura Hidayatullah . Beberapa kandidat Ketua Umum untuk periode 2010-2015 telah dimunculkan melalui nominasi yang diajukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

 Di antara nominasi Ketua Umum saat ini Abdul Mannan, anggota DPD RI Abdul Aziz Qahhar, Pemimpin Hidayatullah Media Hamim Thohari, serta anggota Dewan Syura Abdul Rahman dan Nashirul Haq. Nama-nama tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari usulan-usulan DPW yang dilakukan sebulan sebelum Munas diselenggarakan.

 Berbeda dengan organisasi lain, pemilihan Ketua Umum Hidayatullah tidak dilakukan oleh peserta Munas secara langsung, melainkan oleh tim formatur. Tim ini terdiri dari Anggota Majelis Pertimbangan Pusat yang dipilih sebelumnya, ditambah kandidat definitif anggota Dewan Syura yang berjumlah 33 orang, dan dipimpin oleh Rais Am (Pimpinan Umum).

 

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Yusuf Assidiq
Abu al-Thufail berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berthowaf di Ka'bah, beliau menyentuh Hajar Aswad dengan tongkat yang dibawanya, dan mencium tongkat tersebut. (HR Muslim)
choirul, Rabu, 9 Juni 2010, 17:22

apapun yang di alami saudara kita semua itu tetap macu kita untuk berbuat yang lebih baik sebagai bentuk penghambaan kita kepada sang Khalik.bagi kita tetap loyal paling tidak ada penggalangan dana buat surya fahrizal.amin

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...