
REPUBLIKA.CO.ID, BATU--Dai sejuta umat, KH Zainuddin MZ mengingatkan bahwa para kiai tempatnya bukan di politik, namun, sebagai penjaga moral dan penyampai amanah dan tokoh agama. Peringatan tersebut disampaikan dai kondang ini saat memberikan ceramah di Masjid Agung An Nuur Kota Batu, akhir pekan kemarin.
KH Zainuddin MZ ini tidak membantah bila dirinya pernah terjun ke dunia politik. Bahkan, sempat mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR) dan menjadi ketua umumnya. Dia berkeyakinan bahwa persoalan umat, bangsa dan negara bisa diperjuangkan dan dibenahi dengan baik, kalau masuk ke dunia politik.
Sayangnya, keyakinan itu justru dinilai keliru. Makanya, dia secara jujur mengakui bila itu tidak benar. "Saya mohon maaf, karena penah tersesat di dunia politik. Setelah saya rasakan da saya pikirkan ternyata politik itu bukan tempatnya kiai," tutur KH Zainuddin MZ ini.
Lants dia mengupas dan menguraikan persoalan kebangsaan. Dia menjelaskan bahwa agama Islam ini merupakan agama yang sangat menghargai negara. Sebagai bukti dia menunjukkan tentang hubbul wathon minal iman. Artinya, mencintai negara itu meurpakan bagian dari iman.
Nabi Muhammad SAW, menurut dia, merupakan nabi yang sangat mencintai bangsanya. Karena itu, terang dia, semua orang yang lahir di Indonesia harus mencintai negara Indonesia. Begitu juga dengan para kiai. Mereka diharapkan bisa menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, tidak malah terjun ke dunia perpolitikan. Kata dia, tempat para kiai bukan di politik.
Semoga Pak Kyai Zainudin berkomentar seperti itu bukan karena beliau telah kalah dalam bidang partai politik.
BalasSeorang kyai yang memiliki kemampuan berpolitik memerintah negara juga diperlukan. Kalo nggak punya kemampuan politik, tidak perlu memaksanakan diri berpolitik.
politiknya apa dulu...? kl politik islam jelas dan pasti akan mbwa perubahn..jangankan kiai...ummat itu harus sadar politik..jgn sampe d jajah o musuh2 islam...tp klo plotik kapitalis demokrasi kaya skrg...wah mendingan g usah..ujung2nya kandas kaya dai kita ini...ups piss ah
Balasass....menurut aku?aku sih...setuju aja? klo ada kiai ikut politik asal bs mem bedakan bnr atau slh?. itu yg penting...ya bl kt sgai rakyat itu jng suka neko2 klo pemerintah ksh yg ter baik. mf...this is wati dr cilacap.
BalasBukankah agama Islam telah Allah smpurnakn (QS.5:3) yg meliputi seluruh aspek kehidupan, termasuk politik ? Bahkan Agama Islam harus dimasuki secara utuh (QS.2:208),artinya agama dan negara mesti menyatu,negri spt ini yg mesti dicintai tidak hanya dihormati. Kalau tidak, berarti mngkuti lngkah syetan yg mchin agma !!!
Balashubbul wathon minal iman itu bukan hadits dan tidak dikenal dalam kitab-kitab ulama terdahulu. Politik adalah bagian yang tidak terlepaskan dalam khazanah Islam, as-siyasah (istilah politik dalam Islam) mengandung pengertian cara mengurusi seluruh urusan ummat baik di dalam maupun di luar negeri dengan syariat Islam.
Balas