Thursday, 2 Zulqaidah 1435 / 28 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Imam Besar Masjid Nabawi: Kemaksiatan Merajalela, Berpeganganlah pada Al Quran

Saturday, 10 April 2010, 06:54 WIB
Komentar : 0
Syekh Muhammad Saad Nomani
Syekh Muhammad Saad Nomani

MEDAN--Imam Besar Masjid Nabawi Madinah Al Munawwarah Saudi Arabia Syekh Muhammad Sa'ad Nomani mengatakan, seseorang yang mencintai Al Quran tidak akan puas jika hanya sekadar membacanya. "Al Quran akan terus direnungi dan dipahaminya, yang pada akhirnya diamalkan serta diterapkan dalam segala aspek kehidupannya," katanya dalam khutbah shalat Jumat di Masjid Agung Medan, Jumat.

Di hadapan ribuan jemaah ia mengatakan, Allah SWT telah menurunkan Al Quran kepada manusia untuk dijadikan sebagai petunjuk dalam kehidupan agar bisa hidup aman dan makmur. "Karena memang fungsi Al Quran adalah menyelamatkan manusia dari kehidupan jahiliyah menuju kehidupan cahaya dan hidayah-Nya," kata Syekh Nomani.

Selain itu, Al Quran juga petunjuk jalan yang benar, sehingga bagi orang yang berpegang teguh dengannya dapat meraih apa yang diinginkan. "Ketahuilah bahwa pada zaman sekarang telah tersebar fitnah dan kemaksiatan, hawa nafsu yang tak terkendali, perbuatan syubhat yang tak terpisahkan antara halal dan haram, perbuatan bid'ah dan kemungkaran," katanya.

Semua praktik kemaksiatan itu, menurut dia, sudah sangat terasa bagi umat Islam di bumi ini. "Kita tidak mampu mengatasi efek negatif dari semua itu, kecuali berpegang teguh kepada Al Quran," katanya.

Syekh Muhammad Sa'ad Nomani merupakan keturunan ke-26 dari Imam Abu Hanifah. Ia juga mempunyai keahlian menirukan 85 jenis suara imam di Mekkah, Madinah dan beberapa negara Arab.

TAGS # #
Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar