Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Munas Majelis Tarjih Muhammadiyah tak Bahas Fatwa Haram Merokok

Jumat, 02 April 2010, 04:58 WIB
Komentar : 0
Rokok
Rokok

MALANG--Musyawarah Nasional Manjelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah yang diselenggaran di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 1-4 April 2010, tidak mengagendakan pembahasan fatwa haram merokok yang dikeluarkan majelis tersebut, belum lama ini. Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dr Muhajjir Effendi, Kamis, mengatakan, dalam munas nanti persoalan-persoalan yang bakal dibahas memang masih terkait dengan persoalan masa kini (kekinian).

"Isu-isu yang disikapi peserta munas antara lain adalah fikih Al-Ma'un, fikih tata kelola, fikih seni-budaya, fikih perempuan, pedoman rukyat dan hisab, hingga mafia hukum di Indonesia. Namun, belum muncul masalah fatwa haram merokok," ucapnya menegaskan.

Muhajjir yang juga Rektor UMM itu mengakui, Munas Tarjih tersebut tidak kalah penting dengan muktamar karena merupakan forum tertinggi Muhammadiyah yang akan memutuskan pandangan-pandangan teologis Muhammadiyah, terkait persoalan kekinian. Munas Majelis Tarjih dan Tajdid ke-27 itu selain dihadiri oleh pengurus Muhammadiyah dari pusat dan daerah, juga dihadiri oleh peserta khusus peninjau dan pengamat dari internal Muhammadiyah maupun organisasi Islam lain seperti NU, Persis, Al-Irsyad, dan Mathtlaul Anwar.

Menurut rencana, dalam sesi seminar dan sidang komisi maupun pleno juga akan dihadiri oleh Gubernur Jatim Soekarwo. Hasil sidang komisi akan diplenokan dan diformat menjadi sebuah rekomendasi yang akan di bawa dalam muktamar Juli mendatang. Munas dibuka oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Dr Nasarudin Umar. Sedianya pembukaan munas ke-27 tersebut dilakukan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.

Sementara panitia Munas ke-27 Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Nasrullah berharap, munas selama tiga hari itu menghasilkan ide-ide cemerlang yang bisa di bawa dalam muktamar untuk ditindaklanjuti. "Kami semua berharap munas ini menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bisa membawa umat Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia pada umumnya, menjadi manusia yang utama dalam semua bidang," ujarnya berharap.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...