JAKARTA--Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa Syariat Islam adalah untuk individu dan bukan untuk negara. Pernyataan kiai Hasyim ini menjawab pertanyaan Wakil Dubes Amerika Serikat, Ted Osius dalam pertemuan keduanya di Gedung PBNU, Jakarta kemarin. Ted mempertanyakan kepada KH Hasyim Muzadi qanun jinayat di Aceh yang memasukkan hukuman rajam bagi pelaku zina yang telah menikah.
Menjawab itu, kiai Hasyim mengungkapkan bahwa ajaran syariat Islam diperkenalkan sebagai kewajiban individu sedangkan sebagai warga negara, wajib mematuhi undang-undang yang ada. ''Syariat Islam untuk individu, bukan untuk negara, NU menilai yang penting adalah substansinya, bukan teksnya,'' tegas kiai Hasyim. Dalam kesempatan berbeda, Hasyim pernah menjelaskan hal yang sama dengan memberi contoh tak perlu UU Anti Korupsi Islam karena sejatinya, korupsi sendiri sudah bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Dijelaskan oleh Hasyim, wujud moderasi NU bisa dilihat, tak satupun pada lebih dari 10 ribu pesantren terlibat dalam tindakan terorisme. ''Terorisme bukan karakter asli Indonesia, tetapi datang dari luar,'' paparnya.
Pada kesempatan itu, Ted mengakui bahwa NU merupakan organisasi Islam terbesar di dunia yang memiliki nilai moderasi, menjunjung tinggi toleransi dan pluralisme. ''Inilah yang ingin kami pelajari dari NU,'' ungkapnya. Pada pertemuan ini, Ted juga menyatakan keinginannya untuk bisa mengunjungi pesantren NU. ''Kami mempersilahkan untuk dikunjungi kapan saja,'' tandas Hasyim.
Ted juga meminta agar PBNU tetap mempertahankan citra Indonesia sebagai negara Islam moderat. Pasalnya menurut Ted belakangan ini ada tindakan yang mengarah pada fundamentalisme Islam, seperti pelarangan pemakaian celana jeans bagi perempuan di Aceh.
Ted juga mengakui bahwa Islam merupakan agama yang memiliki perkembangan yang sangat cepat di Amerika. Sayangnya, keberadaan Islam masih sering disalahfahami, termasuk oleh media massa. Tindakan buruk yang dilakukan oleh seorang muslim, oleh media diasosiasikan dengan umat Islam sementara jika dilakukan oleh pemeluk agama lain, hanya dikaitkan dengan persoalan individu saja. rahmat santosa/pur
wah gmn ya klo semua kembali keindividu memang benar tapi kan jiga ada perintah berjamaah.klo salah maaf
BalasMemalukan titik
BalasWONG EDDDDDAN..............ANDA ITU ISLAM ATO KAFIIR SIH......?MASA KIAYI LEBIH TAU DARI ALLOH
BalasGanyang Hasyim...
BalasIstighfar Pak Kyai ...
Balas