Perguruan Santriloka Kecam Alquran

Jumat, 30 Oktober 2009, 05:48 WIB
Perguruan Santriloka Kecam Alquran
Berita Terkait
MOJOKERTO--Aliran keagamaan aneh kembali muncul di Jawa Timur. Kali ini muncul aliran Perguruan Ilmu Kalam Santriloka di Kelurahan Kranggan Gang 6 No 6, Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto.

Aliran ini tidak mengakui Alquran berbahasa Arab. Mereka juga mengecam ibadah haji yang dianggap sebagai pembodohan bangsa Arab terhadap bangsa Indonesia.

Ahmad Nafan, pemimpin perguruan tersebut, mengatakan sebagian isi Alquran sesat dan membahayakan persatuan. Dia mencontohkan Surat Alkafirun yang dinilainya menyerukan perpecahan, bukan persatuan. "Alquran bukan dari bahasa Arab, melainkan bahasa Kawi, bahasa Sansekerta, dan bahasa Jawa Kuno. Alquran merupakan buatan orang Arab untuk menjajah bangsa Indonesia," tuturnya.

"Alquran sekarang dimodifikasi oleh orang-orang untuk merusak Majapahit, Jawa, dan Pancasila. Siapa yang bertanggung jawab, kalau Alquran ini salah. Apa nabi mau tanggung jawab," kata Ahmad Nafan, Kamis (29/10) di Mojokerto.

Dia mengungkapkan banyak kesalahan orang-orang yang mengaku memeluk Islam karena tidak mengerti Islam. Misalnya waktu shalat Dhuhur. Ia menjelaskan, Dhuhur sebenarnya dari kata bahasa Jawa, yakni 'luhur'.

"Di dalam Alquran tidak ada perintah shalat Dhuhur, tetapi kita diminta untuk melakukan empat budi luhur saat siang hari kepada sesam manusia. "Apalagi perintah sholat di masjid, ya nggak ada," kilahnya.

Dia juga memastikan Islam masuk di Indonesia dibawa orang Jawa di zaman Mojopahit dahulu, seperti Sunan Kalijogo dan kawan-kawanya. "Jangan ngomong Islam tetapi tidak mengerti Islam itu apa," tandasnya.

Ia menambahkan, berhaji harus dilakukan di Arab itu dinilainya akal-akalannya orang Arab untuk mencari pajak sebanyak-banyaknya. "Kalau manusia ingin menjadi Allah gampang, harus mempunyai 20 sifat-sifat itu. Apa begitu," tanya Naf'an

Pria yang mengaku mempunyai penganut ribuan orang ini, pemahaman Islamnya itu didapatkan dari berbagai buku bacaan yang dirinya tidak mengetahui siapa yang mengarang dan mencetaknya. "Kalau anda ingin negara Indonesia maju ikuti syahad yang benar dan shalat yang benar dan harus mengikuti Islam yang benar. Belajar saya seperti bacaan yang Anda baca, siapa yang membuatnya saya tidak mengetahuinya," katanya saat ditanya dari mana dirinya mendapatkan ilmu tersebut

Menanggapi adanya aliran sesat tersebut, Ketua Majelis Ulama Jawa Timur, Abdushomad Buchori,  mengatakan banyak buku-buku yang bisa membuat pembacanya salah memahaminya. Ini karena kemampuannya yang kurang sehingga bisa menjadikan pembacanya berubah keyakinan.

"Buku kan banyak macam-macamnya. Ada yang dogmatik, misalnya kenapa tuhan itu kok satu? Mengapa kita kok disuruh shalat? Ini sangat membahayakan pembacanya jika tidak memahaminya secara utuh. Jika paham ini dibiarkan liar maka akan menyebabkan stabilitas masyarakat di Jatim, khususnya di Mojokerto, terganggu," paparnya.

Atas kasus tersebut MUI akan melakukan tindakan sesuai standar untuk menghentikan ajaran yang keliru dan sudah banyak terjadi di Indonesia. Misalnya, menggunakan UU no 1 tahun 60 tentang Pranata Agama. Pimpinan atau bupati diminta untuk melakukan tindakan persuasif, atau dengan rujuk ilal hak. "Ada standar prosedur untuk melakukanya," ungkapnya

Abdushomad mengutip pernyataan Naf'an "kalau anda ingin negara Indoneisa maju ikuti syahad yang benar dan shalat yang benar". "Pernyataan ini menarik tetapi perlu diletakkan pada porsinya yang benar. Seperti pernyataanya itu benar tetapi di tempat yang salah," papar Abdushomad. uki/rif
Redaktur:
Bahwa Nabi saw. pernah membekam tengah kepalanya ketika beliau berada di jalan menuju kota Mekah ketika beliau dalam keadaan ihram.(HR Muslim)
Sueb Rahab, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Wong gendheng iki.
Kakean mangan semir sepatu.
Kasian..

Balas
yoyok, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

ada-ada aj,,apa memang dunia mau kiamat,,bermunculan kepercayaan yang aneh2,,

Balas
gita kamila, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

bagusnya cepat dibawa ke RSJ untuk dicek kesehatan jiwanya....

Balas
heri, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

orang-orang seperti ini harus dimusnahkan

Balas
veni, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

kalo menurut saya si itu orang perlu di rawat..........stressssssssssssssssss

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...