Islamic Center Bangkitkan Umat
Senin, 27 Juli 2009 18:50 WIB
Kehadirannya harus dimanfaatkan umat untuk bangkit dari keterpurukan.
BOGOR -- Pusat-pusat keislaman atau Islamic Center harus menjadi penggerak kemajuan umat Islam. Kehadiran Islamic Center perlu dimanfaatkan umat Islam di Tanah Air untuk bangkit dari keterpurukan di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
Pernyataan itu dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam acara peresmian Qaddafi Islamic Center di Bukit Azzikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Ahad (26/7). ''Saatnya, kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu dan dapat menjadi umat yang terbaik (khoiru ummah),'' ujar Din di hadapan puluhan ribu umat Islam.
Din menambahkan, Islam adalah agama kemajuan. Untuk itu, kata dia, umat Muslim harus menunjukkan dan membuktikan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang maju dan dapat bersaing. Selain itu, papar Din, Islam adalah agama perdamaian yang mengajarkan kasih sayang.
''Sebab, Rasulullah SAW diutus ke bumi ini untuk menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia,'' ungkap Din yang tampak menggunakan peci berwarna merah khas Libya. Din juga menyambut kehadiran Qaddafy Islamic Center yang dibiayai World Islamic Call Society (WISC)--organisasi dakwah Islam Internasional yang berpusat di Tripoli, Libya.
Wakil Ketua Umum MUI itu berharap, keberadaan Qaddafy Islamic Center yang dilengkapi dengan masjid, perumahan, dan pesantren di bawah naungan Yayasan Azzikra itu dapat menjadi sebuah kota mini yang islami. ''Saya berharap ini bisa menjadi uswah hasanah (contoh yang baik) bagi umat Muslim di Indonesia,'' papar Din.
Qaddafy Islamic Center diresmikan langsung oleh Pimpinan WICS, Dr Mohamed Ahmed Sherif. Dalam pidatonya, Ahmed Sherif, menyampaikan salam hormat dari Pemimpin Besar Libya, Muammar Qaddafy, bagi umat Islam di Indonesia.
Ahmed Sherif mengungkapkan, pihaknya memberikan bantuan dana untuk pembangunan Qaddafy Islamic Center, karena Majelis Zikir Azzikra pimpinan Ustaz Muhammad Arifin Ilham itu telah banyak memberikan kontribusi bagi dakwah Islam di Indonesia.
Ia mengaku sangat bergembira melihat para jamaah yang hadir dalam peringatan Isra Mi'raj dan Zikir Nasional, sekaligus peresmian Qaddafy Islamic Center bukan saja dari Indonesia, melainkan hadir juga dari berbagai negara di dunia.
Ahmed Sherif menilai, aktivitas keislaman yang dilakukan majelis-majelis zikir sebagai sebuah tanda dan fenomena kebangkitan umat Islam. Menurutnya, Islam tidak hanya sekadar kata, tetapi juga harus dibuktikan dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Islam. ''Majelis zikir juga sebagai penyadaran kepada umat Islam untuk selalu mengingat asma Allah,'' paparnya.
Menurutnya, metode dakwah yang dikembangkan majelis zikir mengajarkan umat agar tidak menjadikan hamba Allah yang ekstrem dan fanatis. ''Sebab, tindakan ini (ekstrem dan fanatis--Red) akan menghancurkan Islam. Berdakwaklah dengan hikmah dan ajaran yang baik,'' ungkap Ahmed Sherif.
Islam, kata Ahmed Sherif, adalah agama kedamaian dan agama perjuangan. Tak hanya itu, Islam juga merupakan agama yang mengajarkan kerja sama, keadilan, serta kasih sayang kepada sesama manusia di muka bumi ini. ''Islam merupakan pedoman hidup umatnya.''
Pada kesempatan itu, Pimpinan Majelis Zikir Azzikra, Ustaz Muhammad Arifin Ilham, berterima kasih kepada WICS yang telah menyumbangkan dana untuk mendirikan Islamic Center di Bukit Azzikra tersebut.
Menurut Arifin, zikir merupakan amalan dari lubuk hati yang terdalam. ''Maka, jadikanlah hati itu sebagai raja dalam menjalani hidup ini. Sebab, Allah senang dengan hambanya yang menyebut asma-Nya,'' ujar Arifin sebelum mengawali zikir bersama. c81/taq
BOGOR -- Pusat-pusat keislaman atau Islamic Center harus menjadi penggerak kemajuan umat Islam. Kehadiran Islamic Center perlu dimanfaatkan umat Islam di Tanah Air untuk bangkit dari keterpurukan di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
Pernyataan itu dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam acara peresmian Qaddafi Islamic Center di Bukit Azzikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Ahad (26/7). ''Saatnya, kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu dan dapat menjadi umat yang terbaik (khoiru ummah),'' ujar Din di hadapan puluhan ribu umat Islam.
Din menambahkan, Islam adalah agama kemajuan. Untuk itu, kata dia, umat Muslim harus menunjukkan dan membuktikan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang maju dan dapat bersaing. Selain itu, papar Din, Islam adalah agama perdamaian yang mengajarkan kasih sayang.
''Sebab, Rasulullah SAW diutus ke bumi ini untuk menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia,'' ungkap Din yang tampak menggunakan peci berwarna merah khas Libya. Din juga menyambut kehadiran Qaddafy Islamic Center yang dibiayai World Islamic Call Society (WISC)--organisasi dakwah Islam Internasional yang berpusat di Tripoli, Libya.
Wakil Ketua Umum MUI itu berharap, keberadaan Qaddafy Islamic Center yang dilengkapi dengan masjid, perumahan, dan pesantren di bawah naungan Yayasan Azzikra itu dapat menjadi sebuah kota mini yang islami. ''Saya berharap ini bisa menjadi uswah hasanah (contoh yang baik) bagi umat Muslim di Indonesia,'' papar Din.
Qaddafy Islamic Center diresmikan langsung oleh Pimpinan WICS, Dr Mohamed Ahmed Sherif. Dalam pidatonya, Ahmed Sherif, menyampaikan salam hormat dari Pemimpin Besar Libya, Muammar Qaddafy, bagi umat Islam di Indonesia.
Ahmed Sherif mengungkapkan, pihaknya memberikan bantuan dana untuk pembangunan Qaddafy Islamic Center, karena Majelis Zikir Azzikra pimpinan Ustaz Muhammad Arifin Ilham itu telah banyak memberikan kontribusi bagi dakwah Islam di Indonesia.
Ia mengaku sangat bergembira melihat para jamaah yang hadir dalam peringatan Isra Mi'raj dan Zikir Nasional, sekaligus peresmian Qaddafy Islamic Center bukan saja dari Indonesia, melainkan hadir juga dari berbagai negara di dunia.
Ahmed Sherif menilai, aktivitas keislaman yang dilakukan majelis-majelis zikir sebagai sebuah tanda dan fenomena kebangkitan umat Islam. Menurutnya, Islam tidak hanya sekadar kata, tetapi juga harus dibuktikan dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Islam. ''Majelis zikir juga sebagai penyadaran kepada umat Islam untuk selalu mengingat asma Allah,'' paparnya.
Menurutnya, metode dakwah yang dikembangkan majelis zikir mengajarkan umat agar tidak menjadikan hamba Allah yang ekstrem dan fanatis. ''Sebab, tindakan ini (ekstrem dan fanatis--Red) akan menghancurkan Islam. Berdakwaklah dengan hikmah dan ajaran yang baik,'' ungkap Ahmed Sherif.
Islam, kata Ahmed Sherif, adalah agama kedamaian dan agama perjuangan. Tak hanya itu, Islam juga merupakan agama yang mengajarkan kerja sama, keadilan, serta kasih sayang kepada sesama manusia di muka bumi ini. ''Islam merupakan pedoman hidup umatnya.''
Pada kesempatan itu, Pimpinan Majelis Zikir Azzikra, Ustaz Muhammad Arifin Ilham, berterima kasih kepada WICS yang telah menyumbangkan dana untuk mendirikan Islamic Center di Bukit Azzikra tersebut.
Menurut Arifin, zikir merupakan amalan dari lubuk hati yang terdalam. ''Maka, jadikanlah hati itu sebagai raja dalam menjalani hidup ini. Sebab, Allah senang dengan hambanya yang menyebut asma-Nya,'' ujar Arifin sebelum mengawali zikir bersama. c81/taq
90 reads
Isi Komentar





qadafi islamic center udah ada website belum ya?
Balasmau tau banyak tentang qadafi islamic center dari mana mendapatkan infonya?
Salut atas pendirian Islamic Center di Bogor . .
BalasKapan Ormas Islam lainnya menyusul . . ??