Thursday, 2 Zulqaidah 1435 / 28 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rakernas Hidayatullah Soroti Kualitas Guru

Saturday, 06 December 2008, 22:35 WIB
Komentar : 0
BATAM--Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah ke-4 di Batam, Kepulauan Riau, menyoroti kualitas pendidikan, terutama kualitas tenaga pengajar.

"Hidayatullah akan merekomendasikan hasil Rakernas soal pendidikan kepada pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, khususnya perhatian kepada guru-guru karena mereka adalah ujung tombak pengembangan lembaga pendidikan serta sebagai basis pengembangan kualitas generasi muda," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Abdul Manan, di Batam, Jumat.

Menurut Manan, pendidikan tidak dapat dikesampingkan oleh pihak manapun dan harus menjadi prioritas utama sebab dari pendidikan itulah terwujud suatu perkembangan kualitas sumberdaya manusia. "Jika gurunya bobrok, maka tinggal menunggu hari, saat generasi muda akan membawa pada kebobrokan negara secara menyeluruh," katanya.

Karena itu, ia berharap, masyarakat memperhatikan proses perkembangan dunia pendidikan dan juga turut melaporkan kepada pihak terkait penyalahgunaan wewenang atau mendapati pola pendidikan yang tidak sesuai dengan harapan bangsa.

Selain itu, katanya, Hidayatullah juga mengungkapkan, akan konsisten melaksanakan komitmen Rakernas dalam memberikan masukan berupa pokok pikiran mengenai pengembangan industri yang harus memperhatikan aspek-aspek spiritual, sebagai pengawasan basis pengembangan ahklak mulia dan bentuk gerakan dakwah yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Di bidang ekonomi, Rakernas sepakat untuk melakukan penyesuaian agenda kepedulian sosial dengan pemerintah setempat guna mendorong kreativitas dan semangat unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam era persaingan global saat ini. "Kaum dhuafa dan korban krisis ekonomi menjadi fokus kita dengan memobilisasi potensi di masyarakat menjadi gerakan positif untuk pengembangan," lanjutnya.

Manan mengharapkan Hidayatullah secara nasional agar mendorong terciptanya pesta demokrasi yang jujur, adil dan merata. Dengan demikian, Pemilu tahun 2009 dapat berjalan aman, tentram serta benar-benar demokratis. "Sikap Hidayatullah adalah menjaga netralitas organisasi terhadap semua kekuatan politik peserta pemilu," katanya.
Rakernas Hidayatullah berlangsung pada 2-4 Desember 2008 di Batam, pulau yang dekat Singapura.ant/ya
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar