Selasa , 11 February 2014, 22:44 WIB

Gelora Syiar Islam di Peru (3-habis)

Red: Chairul Akhmad
AP Photo
Umat Islam di Peru.
Umat Islam di Peru.

Oleh: Afriza Hanifa

Kiprah organisasi Islam

Saat ini terdapat beberapa organisasi Islam di Peru. Hampir seluruh organisasi tersebut berpusat di Lima.

Sebab, kota ini memang menjadi pusat penyebaran Islam di Peru. Beberapa organisasi Islam itu, antara lain, Asociación Islámica del Perú dan Musulmanes Peruanos of Naqshbandi Haqqani.

Kedua organisasi ini kerap menyelenggarakan kegiatan, baik kegiatan agama maupun sosial kemasyarakatan. Mereka menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat non-Islam, juga aktif membantu anak-anak telantar dan yatim piatu korban trafficking (perdagangan manusia).

Menyokong program penyelamatan yatim piatu tersebut, organisasi Persatuan Amerika Latin Muslim (LAMU) yang berpusat di California, AS, kemudian menggalang dana untuk membangun panti sosial  di Peru.

Mereka berencana membangun panti asuhan Islam pertama di negara ini untuk menangani anak-anak telantar yang jumlahnya sangat banyak di Amerika Latin. LAMU juga memberikan bantuan dana untuk organisasi Islam Peru dalam melaksanakan program dakwah Islam.

Organisasi Islam di negara ini memang dikenal giat berdakwah. Tak hanya di kota besar, aktivitas dakwah juga dilakukan di wilayah pedesaan terpencil.  Mereka pun melebarkan sayap dakwah melalui internet dengan membuat website bertajuk Musulmanes Peruanos.

Sembari berdakwah, Muslim Peru pun dikenal sangat ringan tangan dalam membantu warga miskin tanpa melihat latar belakang agama apalagi etnis.

Masjid Babul Islam

Masjid Babul Islam merupakan salah satu bangunan gaya Arabescos yang mempercantik Peru. Tempat ibadah ini berdiri megah di Tacna, sebuah kota di selatan Peru, dekat perbatasan dengan Chile.

Meski dibangun sejak 1995, seluruh proses pembangunan masjid baru tuntas pada 2008. Inilah masjid pertama  di Peru bahkan menjadi landmark Kota Tacna.

Pembangunan masjid ini bermula dari inisiatif  25 pengusaha Muslim asal Pakistan yang bermigrasi ke Tacna pada 1995. Awalnya, bangunan masjid ini sangat sederhana. Seiring bergulirnya waktu, sumbangan dari jamaah ataupun organisasi Islam terus mengalir. Maka itu, disempurnakanlah masjid ini dengan arsitektur cantik lengkap dengan empat kubah dan satu menara.

Saat ini Masjid Babul Islam menjadi tempat ibadah yang senantiasa ramai dikunjungi oleh umat Islam di Tacna, yang jumlahnya sekitar 350 jiwa. Di tempat ini, mereka beribadah sekaligus berdakwah. Selain bahasa Spanyol, khotbah di masjid ini juga disampaikan dalam bahasa Arab.

Masjid Babul Islam juga membuka sekolah bagi anak-anak Muslim. Tak hanya mempelajari Islam, mereka juga mendapatkan ilmu pengetahuan umum. Sekolah ini merupakan pengembangan dari sekolah sains Shah Wali-Ullah yang didirikan Sher Afzal Khan Barikoti di area masjid.