Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Gelora Islam di Haiti (3)

Rabu, 20 Maret 2013, 14:24 WIB
Komentar : 0
ap
Susana Haiti

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa

Meningkat pascagempa
Pada tanggal 12 Januari 2010, Haiti diguncang gempa dahsyat sebesar 7,0 skala richter hingga merenggut banyak nyawa dan meninggalkan kerugian yang besar. Tercatat 300 ribu warga tewas dan kerugian infrastruktur mencapai 14 miliar dolar AS akibat gempa terkuat di Karibia sepanjang dua abad tersebut.

Negara Haiti yang memang miskin pun makin terpuruk, ditambah lagi duka yang terus saja merundung warga. Saat itulah, para relawan Muslim yang dikomando "Islam Relief" hadir menyelamatkan Haiti.

Tiga tahun lalu, Haiti menjadi negara yang porak-poranda. Reruntuhan bangunan dan mayat bergelantungan di mana-mana. Segala fasilitas umum hancur tinggal puing. Rakyat Haiti berada dalam penampungan, berputus asa, menerima nasib untuk hidup enggan namun mati pun sungkan.

Para relawan Muslim kemudian membangkitkan semangat mereka, memberikan bantuan darurat dan membangun kembali kehidupan Haiti yang mati. "Itu adalah bencana alam terbesar yang memukul kota dalam sejarah modern, dan gempa paling kuat di negara Karibia," tulis web resmi Islam Relief yang hingga kini bahkan masih mengumpulkan donasi untuk membangun kembali Haiti.

Namun musibah tersebut membawa hikmah bagi rakyat Haiti. AP mengabarkan, jumlah Muslimin meningkat tajam pascaperistiwa mengerikan tersebut. Ibu Kota Haiti, Port Au Prince, yang merupakan kota mayoritas kristen kini dipenuhi para pria berkopyah dan wanita berjilbab.

Jalanan ibu kota yang biasanya dipenuhi alunan lagu rohani gereja saat ini dipenuhi azan dengan keberadaan lima masjid di kota tersebut. Selain itu, terdapat anggota parlemen di kursi dewan yang mewakili Muslimin. Televisi lokal pun bebas menyiarkan program Agama Islam.

"Setelah gempa terjadi, banyak orang yang masuk Islam dan bergabung bersama kami. Kami terorganisir. Kami memiliki ruang di masjid untuk menerima orang dan menyediakan makanan untuk mereka," kata imam sekaligus pemimpin Muslim di Port Au Prince, Robert Dupuy, dikutip AP.

Redaktur : Heri Ruslan
1.459 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Gelora Islam di Haiti (2)

Gelora Islam di Haiti (1)