Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Iklan Anti-Islam Muncul di San Fransisco, Disayangkan Warga

Kamis, 14 Maret 2013, 22:37 WIB
Komentar : 0
Bosh Fawstin
Islamofobia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANSISCO--Iklan anti-Islam beredar di jalanan San Fransisco. Kemunculan iklan itu sangat disayangkan sejumlah pihak.

Jaksa San Fransisco, George Gascon menilai iklan itu hanya bertujuan merendahkan Muslim dan keturunan Arab yang menjadi bagian kota ini. "Ini hanya memicu kebencian dan perpecahan di negara ini," kata dia seperti dikutip San Fransisco Chronicle, Kamis (14/3).

Dalam iklan yang muncul di bus tersebut menampilkan foto-foto pemimpin Alqaidah, Osama bin Laden dan korban penembakan massal Fort Hood. Di bawahnya terdapat tulisa yang menyebutkan "Membunuh Orang Yahudi Adalah Ibadah yang Membawa Kita Lebih Dekat Dengan Allah".

Direktur Eksekutif, Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) San Fransisco, Theresa Sparks menilai iklan itu tidak memikirkan dampak psikologis yang dialami anak-anak muda, anak-anak keturunan Arab dan umat Islam yang naik bus ini. "Coba tebak perasaan mereka, keluarga mereka," kata dia.

Pengawas Media Publik, David Ciu menilai iklan tersebut bila dilihat dari amandemen pertema tidak memungkinkan pelaku untuk dihukum. Meski, Dewan Kota memiliki kesempatan menghukum mereka dengan rasis dan islamofobia.

"Kami akan terus memantau dampak dari iklan seperti ini, lalu akan dilakukan kajian yang diharapkan mampu memberikan solusi," kata dia.

Direktur Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) San Fransisco, Zahra Billo mengatakan selama bertahun-tahun masyarakat San Fransisco menjaga hubungan yang baik dengan umat Islam.

Ini terlihat dari begitu jarang warga melihat pesan seperti ini. "Ini hanya merusak hubungan antar umat beragama. Satu hal yang kita terus bangun," kata dia.

CAIR sendiri telah melakukan kampanye damai serangan balik terhadap iklan tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan aktivitas kampanye My Jihad.

Banyak kalangan menilai, iklan ini meniru dengan apa yang dilakukan aktivis anti-Islam, Pamela Geller di stasiun kereta bawah tanah New York. Iklan itu juga mendapat reaksi negatif dari warga New York.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
2.086 reads
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...