Selasa , 04 December 2012, 06:21 WIB

Islamofobia Meningkat Lagi di Prancis

Red: Heri Ruslan
Reuters
Muslim Prancis saat berunjuk rasa menentang larangan jilbab.
Muslim Prancis saat berunjuk rasa menentang larangan jilbab.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS --  Umat Islam di Prancis masih mengalami diskriminasi dan serangan-serangan dari kelompok tertentu. Pusat Pemberantasan Islamfobia Prancis melaporkan, sepanjang 2012 aksi konfrontatif terhadap warga Muslim meningkat 42 persen.

Alalam (3/12), seperti dikutip IRIB melaporkan, setiap tahun terjadi penistaan dan pelanggaran terhadap Islam dan Muslim di Prancis. Peningkatan drastis aksi-aksi Islamfobia membuat warga Muslim Prancis semakin khawatir.

Dalam laporan terbaru disebutkan, terjadi peningkatan volume serangan langsung terhadap Muslim, pembakaran secara disengaja, serta perusakan tempat-tempat milik warga Muslim Prancis. 

Pada saat yang sama media massa Prancis dikerahkan untuk mempublikasikan berita dan isu-isu bohong untuk mengesankan bahwa kehadiran Islam di negara yang mengklaim sebagai pionir kebebasan berpendapat ini, tidak legal dan melanggar peraturan. 

Para pengamat berpendapat bahwa publikasi media massa di Barat saat ini sedang menunjukkan permusuhan dan dendam lama dunia Barat terhadap Islam dengan mengesankan agama Islam dan Muslim sebagai kaum radikal dan ekstrem. Ini secara langsung mengakibatkan peningkatan gelombang Islamphobia di Barat khususnya di Prancis.

Seorang pelajar Muslimah Prancis kepada Alalam mengatakan, "Warga melihat jilbab dan pakaian kami dengan pandangan menghina, akan tetapi kami ingin mereka memahami bahwa setiap orang memiliki agama dan keyakinannya sendiri."

Berita Terkait