Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Silaturahim Bahagiakan Mualaf India

Senin, 11 Maret 2013, 15:03 WIB
Komentar : 0
AP
Muslim India

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Satu kebahagian tersendiri bagi mualaf India ketika bersilaturahmi antar sesama. Itulah, yang terekam dalam pertemuan bertajuk 'Get Together' yang digelar Pusat Dakwah Delhi (IDC), Ahad (10/3) kemarin.

Hadir dalam pertemuan itu, sekitar 50 mualaf yang datang dari berbagai penjuru India. "Ketika anda memutuskan memeluk Islam, anda ditinggalkan oleh keluarga, saudara dan teman-teman. Ini membuat pertemuan dengan sesama mualaf menjadi hal yang membahagiakan," kata salah seorang mualaf seperti dikutip onislam.net, Senin (11/3).

Dalam silaturahim itu, mereka berbagai pengalaman tentang proses menjadi Muslim. Dibahas pula, tantangan yang dihadapi mereka setelah menjadi Muslim. Lalu mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.

Ketua IDC, Mohammad Umar Gautam mengatakan tujuan dari silaturahim adalah mengetahui, memahami dan berbagi pengalaman dikalangan mualaf. Ini sekaligus menjadi bentuk wadah mendekatkan mualaf dengan umat Islam.

"Kami harus katakan, mereka membutuhkan dukungan. Harapannya, mereka tidak merasa sendirian," kata dia.

Gautam mengatakan silaturahim ini juga bertujuan untuk menginformasikan kepada dunia mereka yang memeluk Islam itu murni karena kehendak pribadi. Tidak ada unsur paksaan dalam putusan tersebut.

Abdullah, yang dahulu bernama Kartik Kumar Gupta, tertarik pada Islam lantaran melihat temannya yang melaksanakan shalat. "Yang membuat saya sedih, banyak kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim datang dari umat Islam sendiri. Karena itu, ini menjaditanggungjawab kita semua untuk menginformasikan hal yang benar tentang Islam dan Muslim," kata dia.

Abdur Rahman, mualaf lainnya, menilai umat Islam perlu memperluas dukungan emosional dan ekonomi kepada para mualaf. Ini juga dibarengi dengan menyebarluaskan pesan damai Islam ke seluruh dunia. "Islam itu rahmat bagi semesta alam. Ini yang harus dikedepankan," kata dia.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Djibril Muhammad
4.702 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...