Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PM Turki Minta Ulama Berkhotbah dalam Tiga Bahasa

Senin, 18 Februari 2013, 22:27 WIB
Komentar : 0
Seorang imam tengah menyampaikan khutbah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Perdana Menteri Turki Reccep Tayyip Erdogan meminta imam masjid atau ulama untuk memberikan khutbah dalam tiga bahasa. Yakni Turki, Kurdi dan Arab. 

Ini dimaksudkan agar para jamaah lebih dapat mengerti pesan yang disampaikan para imam.

"Saya punya pandangan positif soal ini. Jadi, saya kira lebih baik khutbah disampaikan dalam bahasa ibu," kata dia dalam pertemuan dengan para ulama dan mufti di Mardin, seperti dikutip todayszaman, Senin (17/2).

Permintaan Erdogan ini merupakan bagian dari inisiatif Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) dalam menangani etnis minoritas, khususnya Kurdi. Inisiatif ini mulai dilakukan sejak 2009. 

Adapun arah inisiatif ini lebih kepada usaha memberikan hak budaya dan politik yang luas kepada etnis minoritas. Kebijakan yang sudah berjalan terkait inisiatif itu antara lain siaran televisi berbahasa Kurdi.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri, Ahmet Davitoglu mengatakan tidak ada hubungan antara jihad dan terorisme. Hal ini diungkapnya ketika berbicara dalam forum Asosiasi Pengusaha dan Industrialis Independen (MUSIAD) di Istanbul, Ahad kemarin. 

"Jihad adalah bentuk perjuangan untuk menjaga kehormatan. Bagi kami jihad itu suci," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia menyesalkan adanya lelucon yang terinspirasi kata jihad. Menurutnya, lelucon itu merupakan efek dari dari kesalahpahaman tentang jihad.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Mansyur Faqih
3.436 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...