Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Subhanallah, Beginilah Semangat Keislaman di Bristol (2)

Selasa, 29 Januari 2013, 11:36 WIB
Komentar : 0
allmosquestogether.org
Akademi Alquran di Bristol

REPUBLIKA.CO.ID, Masjid Jami Easton pun dibangun dari sebuah aula gereja tua di dekat Jalan St Marks. Berbeda dengan Masjid Jami Bristol, bangunan masjid Easton masih sangat mirip dengan gereja. Tak ada kubah ataupun menara.

Atapnya pun masih berbentuk segitiga khas gereja. Masjid ini dapat menampung 600 jamaah, yakni 400 jamaah pria dan 200 jamaah wanita. Tujuan awal dibangunnya masjid ini adalah untuk mendidik para pemuda Muslim Bristol. Tak heran jika di masjid tersebut rutin digelar kajian Alquran dan syariat Islah untuk anak-anak keluarga Muslim.

Selain masjid, Bristol juga memiliki sejumlah Islamic Center, antara lain, Naqshbandia Sufi Centre, Bristol Islamic Centre, Easton Islami Darsgah, Islami Darsgah Bristol, Hazrat Bilal Centre, Dar Al-Mou’meneen (DALMO), Jalalabad Cultural Centre, dan Quran Academy. Di masjid dan Islamic Center inilah kaum Muslimin setempat membentuk komunitas dan bertemu secara berkala. Tak hanya silaturahim, namun juga mendalami syariat Islam secara bersama.

Dalam sebuah portal komunitas online, Muslimah Bristol sangat aktif berinteraksi dan saling berdiskusi. Beberapa komunitas Muslim Bristol pun memiliki akun facebook dan twitter untuk saling sapa dengan sesama Muslimin Inggris maupun Muslimin di belahan dunia lainnya. Beragam aktivitas, baik di masjid maupun di Islamic Center, mereka umumkan melalui media sosial tersebut.

Di Bristol juga terdapat toko yang menjual aneka kebutuhan Muslim, mulai dari buku, pakaian, hingga makanan. Dalam hal pendidikan, terdapat dua sekolah resmi Muslim, yakni Andalusia Academy Bristol  dan  Qur’an Academy Bristol.

Di bidang sosial, Muslimin Bristol ambil bagian dengan mendirikan Perhimpunan Budaya Muslim Bristol (BMCS). Ini merupakan salah satu organisasi nonprofit tertua di Bristol. Organisasi yang berdiri sejak 1986 ini bertujuan memberdayakan komunitas Musli, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial budaya. Berpusat di Easton, BMCS mendapat donasi dari Dewan Kota Bristol.

Reporter : Afriza Hanifa
Redaktur : Heri Ruslan
2.012 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda