Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Petikan Ayat Quran di Gerbang Harvard

Jumat, 18 Januari 2013, 11:05 WIB
Komentar : 9
Universitas Harvard
Universitas Harvard

REPUBLIKA.CO.ID, MASSACHUSETTS -- Universitas Harvard, Amerika Serikat, mengabadikan sebuah ayat Alquran di gerbang masuk Fakultas Hukum. Ayat yang diukirkan sebagai bentuk penghormatan itu diambil dari surat Annisa ayat 135.

''Ayat 135 Surat Annisa (bab tentang wanita) telah dituliskan di dinding yang menghadap gerbang masuk Fakultas Hukum sebagai kata-kata terhebat tentang keadilan,'' tulis surat kabar Arab Saudi 'Ajel' seperti dikutip Emirates247.

Abdullah Jumma, mahasiswa Harvard asal Arab Saudi, yang memerhatikan tukilan ayat Alquran di dinding gerbang Fakultas Hukum Universitas Harvard tersebut. Dia kemudian memfoto tulisan ayat Alquran tersebut (Ini fotonya).

Jumma kemudian menyebarkannya lewat situs jejaring sosial Twitter. ''Saya menyadarinya bahwa itu sebuah ayat Alquran yang telah dituliskan oleh Fakultas Hukum untuk menggambarkan sebagai salah satu kata-kata terhebat tentang keadilan sepanjang sejarah,'' kata Jumma seperti dikutip Ajel.

Adapun isi Surat Annisa Ayat 135 adalah "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Tahu terhadap segala apa yang kamu kerjakan.''

Universitas Harvard didirikan di Cambridge, Massachusetts, pada 1636. Harvard tercatat sebagai perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat.


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...