Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran Diperkirakan Lebaran Senin 20 Agustus

Sunday, 19 August 2012, 10:13 WIB
Komentar : 1
Vahid Salemi/AP
   Wanita muslimah Iran melaksanakan shalat Ied di kawasan Shahr-e-Ray, Selatan kota Tehran, Iran.
Wanita muslimah Iran melaksanakan shalat Ied di kawasan Shahr-e-Ray, Selatan kota Tehran, Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, Beberapa negara Muslim di dunia menyambut Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1433 Hijriyah pada Ahad 19 Agustus. salah satunya adalah Indonesia dan Malaysia. Namun, ada juga beberapa negara yang merayakan hari kemenangan tersebut pada Senin (20/8). Yang merayakan Idul Fitri Senin adalah Republik Islam Iran.

Menurut anggota Badan Rukyat Hilal Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, hilal bulan Syawal sulit terlihat di Iran pada saat terbenam matahari Sabtu (18/8) sore.

"Itu bukan berarti bahwa hilal bulan Syawal mustahil terlihat pada saat terbenam matahari Sabtu sore," ujar Hujjatul Islam Alireza Movahednejad kepada IRNA, Ahad (18/8).

Dijelaskan dia, pada Sabtu (18/8) lebih dari 170 tim rukyat disebarkan untuk memantau hilal bulan Syawal. "Tim rukyat hilal kami akan mengerahkan seluruh upaya untuk melihat hilal bulan Syawal pada saat terbenam matahari Sabtu sore," tuturnya.

"Badan Rukyat Hilal akan menunggu laporan-laporan akurat dan terpercaya dari tim pemantau dan jika hilal sudah terlihat, badan ini akan mengumumkan kepada warga," tambahnya.

Hujjatul Islam Movahednejad menjelaskan, jika tidak menerima laporan terkait hal ini, maka pada Senin (20/8) dipastikan sebagai hari pertama bulan Syawal dan Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Astronom Amatir Iran, Masood Athigi mengatakan, "berdasarkan bukti-bukti ilmiah, hilal bulan Syawal 1433 H kemungkinan akan terlihat 30 persen pada hari Sabtu (18/8) dan Hari Raya Idul Fitri
dipastikan jatuh pada hari Senin (20/8)."

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : IslamTimes
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar