Minggu, 13 Sya'ban 1436 / 31 Mei 2015
find us on : 
  Login |  Register

Iran Diperkirakan Lebaran Senin 20 Agustus

Minggu, 19 Agustus 2012, 10:13 WIB
Komentar : 1
Vahid Salemi/AP
   Wanita muslimah Iran melaksanakan shalat Ied di kawasan Shahr-e-Ray, Selatan kota Tehran, Iran.
Wanita muslimah Iran melaksanakan shalat Ied di kawasan Shahr-e-Ray, Selatan kota Tehran, Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, Beberapa negara Muslim di dunia menyambut Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1433 Hijriyah pada Ahad 19 Agustus. salah satunya adalah Indonesia dan Malaysia. Namun, ada juga beberapa negara yang merayakan hari kemenangan tersebut pada Senin (20/8). Yang merayakan Idul Fitri Senin adalah Republik Islam Iran.

Menurut anggota Badan Rukyat Hilal Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, hilal bulan Syawal sulit terlihat di Iran pada saat terbenam matahari Sabtu (18/8) sore.

"Itu bukan berarti bahwa hilal bulan Syawal mustahil terlihat pada saat terbenam matahari Sabtu sore," ujar Hujjatul Islam Alireza Movahednejad kepada IRNA, Ahad (18/8).

Dijelaskan dia, pada Sabtu (18/8) lebih dari 170 tim rukyat disebarkan untuk memantau hilal bulan Syawal. "Tim rukyat hilal kami akan mengerahkan seluruh upaya untuk melihat hilal bulan Syawal pada saat terbenam matahari Sabtu sore," tuturnya.

"Badan Rukyat Hilal akan menunggu laporan-laporan akurat dan terpercaya dari tim pemantau dan jika hilal sudah terlihat, badan ini akan mengumumkan kepada warga," tambahnya.

Hujjatul Islam Movahednejad menjelaskan, jika tidak menerima laporan terkait hal ini, maka pada Senin (20/8) dipastikan sebagai hari pertama bulan Syawal dan Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Astronom Amatir Iran, Masood Athigi mengatakan, "berdasarkan bukti-bukti ilmiah, hilal bulan Syawal 1433 H kemungkinan akan terlihat 30 persen pada hari Sabtu (18/8) dan Hari Raya Idul Fitri
dipastikan jatuh pada hari Senin (20/8)."

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : IslamTimes
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sepakbola Miliki Nilai yang Sejalan dengan Islam
JAKARTA -- Kapten klub pesepak bola perempuan United New South Wales (UNSW), Asmaah Helal percaya sepak bola memiliki banyak nilai yang sejalan dengan...