Kamis , 16 August 2012, 07:54 WIB

Saat Ramadhan, Perempuan Mualaf AS Kampanye Antirokok

Red: Endah Hapsari
Rokok, salah satu penyumbang tertinggi penyebab kematian. (ilustrasi)
Rokok, salah satu penyumbang tertinggi penyebab kematian. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Muslimah Writers Alliance (MWA), organisasi penulis perempuan mualaf yang berbasis internet, memiliki banyak program sepanjang bulan Ramadan. Salah satunya adalah kampanye Teman Ramadhan atau Ramadhan Buddy. Melalui program ini, MWA mengimbau Muslim agar berhenti merokok.

Aishah Schwartz, warga Amerika keturunan Mesir yang menjadi mualaf tahun 2002, Direktur MWA, mengatakan, “Tujuan kampanye ini adalah untuk mengingatkan warga Muslim Amerika bahwa ada teman kita yang baru memeluk agama Islam. Agar mereka tahu, mereka tidak sendiri dalam bulan Ramadhan ini."

Aishah Schwartz menambahkan, "Jadi itulah gagasan awalnya. Demikian adanya dalam dua tahun pertama kampanye ini. Lalu, pada tahun ketiga, saya punya gagasan untuk sekaligus mendorong orang agar berhenti merokok melalui kampanye ini. Insya Allah.”

Seorang Ramadhan Buddy adalah saudari Muslim yang juga ingin berhenti merokok, sehingga dua orang yang baru berteman ini dapat saling mengingatkan untuk meninggalkan kebiasaan buruk itu, sementara saling mendukung dalam menghadapi tantangan berpuasa dan dalam menjalani hidup sebagai muslim.

“Saya mengimbau warga muslim, terutama mereka yang dilahirkan sebagai Muslim, dibesarkan di lingkungan keluarga Muslim, atau tumbuh di negara mayoritas Islam, agar lebih sadar dengan adanya orang-orang yang baru memeluk Islam. Juga bagi mereka yang ingin mengajak orang untuk menjadi Islam, apa yang dapat kita lakukan setelah orang itu menjadi Islam? Mari kita dukung mereka, kita beri semangat, dan kita upayakan agar mereka merasa bagian dari keluarga,'' kata Schwartz.

Dia pun melanjutkan, banyak orang yang pindah agama, menjadi tidak dipedulikan oleh keluarga mereka sendiri. ''Jika sebuah kampanye seperti Ramadhan Buddy dapat memberi sedikit saja dampak positif agar dapat membuat para mualaf tidak merasa seorang diri, maka menurut saya, itulah sukses, ” papar Schwartz lagi.
 
Seseorang yang berpartisipasi dalam program ini, hanya perlu bertemu Ramadhan Buddy-nya dua sampai tiga kali seminggu. Yang perlu dilakukan hanyalah menghubungi Ramadhan Buddy. Dengan demikian para mualaf tidak merasa sendiri dalam menjalani ibadah puasa dan lebih berkomitmen untuk berhenti merokok.

Sumber : voaindonesia