Friday, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Puasa Muslim Bulgaria Terganggu Provokasi Media

Thursday, 26 July 2012, 13:55 WIB
Komentar : 1
REUTERS
Kondisi bus yang membawa turis Israel pascaledakan di luar Bandara Black Sea, Burgas, Bulgaria.
Kondisi bus yang membawa turis Israel pascaledakan di luar Bandara Black Sea, Burgas, Bulgaria.

REPUBLIKA.CO.ID, SOFIA - Ramadhan kali ini menjadi tantangan bagi Muslim Bulgaria. Serangan mematikan yang menewaskan lima wisatawan Israel di Bulgaria, membuat muslim menjadi target pemberitaan media massa.

Mufti Bulgaria, Mustafa Hadzhi meminta Muslim Bulgaria untuk tidak terpengaruh dengan pemberitaan media massa. Ia memastikan muslim tidak terlibat dengan serangan itu. "Kami sangat khawatir dengan kondisi ini. Apalagi muslim tengah menjalani ibadah puasa, sementara media menekan mereka," papar dia seperti dikutip Sofia News Agency, Kamis (26/7).

Setidaknya enam orang, termasuk lima wisatawan Israel tewas ketika bom bunuh diri meledakan sebuah bus di bandara Burgas, kota Black Sea, Bulgaria, Rabu pekan lalu. Di antara mereka yang tewas dalam serangan itu adalah sopir bus, Mustafa Kisyov, yang merupakan Muslim. Israel sendiri telah menuduh Iran dan Hizbullah sebagai kelompok dibalik serangan itu.

Mufti Hadzhi mengatakan muslim Bulgaria telah menjadi korban moral dari masyarakat dan media melalui sindiran manipulatif yang bias. "Ini membingungkan mengapa pemerintah, politisi, tokoh masyarakat dan akademisi tidak pernah menyatakan kebenaran. Ini bentuk ketidakadilan lainnya," papar dia.

Ia menegaskan bom bunuh diri tidak sesuai dengan ajaran Islam. "Terlepas dari apapun tujuannya, membunuh orang tidak berdosa dilarang dalam Islam," kata dia. Pernyataan Mufti sekaligus mengulangi pernyataan ulama dan cendikiawan sebelumnya yang berulangkali mengutuk terorisme.

Muslim Bulgaria membentuk 12 persen dari 7.6 juta populasi. Mereka sebagian besar merupakan keturunan Turki ketika Bulgaria menjadi bagian dari Ustmani. Sejauh ini, kehidupan beragama di Bulgaria cukup baik. Muslim telah hidup bersama penganut Kristen Ortodoks selama berabad-abad dengan harmonis. 

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Sofia News Agency
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tahun 2015 MLS Bertabur Bintang
WASHINGTON DC -- Setelah David Beckham bermain di MLS selama tahun hingga 2012, Thierry Henry yang masih bermain hingga saat ini, tahun 2015...