Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Puasa Muslim Bulgaria Terganggu Provokasi Media

Kamis, 26 Juli 2012, 13:55 WIB
Komentar : 0
REUTERS
Kondisi bus yang membawa turis Israel pascaledakan di luar Bandara Black Sea, Burgas, Bulgaria.
Kondisi bus yang membawa turis Israel pascaledakan di luar Bandara Black Sea, Burgas, Bulgaria.

REPUBLIKA.CO.ID, SOFIA - Ramadhan kali ini menjadi tantangan bagi Muslim Bulgaria. Serangan mematikan yang menewaskan lima wisatawan Israel di Bulgaria, membuat muslim menjadi target pemberitaan media massa.

Mufti Bulgaria, Mustafa Hadzhi meminta Muslim Bulgaria untuk tidak terpengaruh dengan pemberitaan media massa. Ia memastikan muslim tidak terlibat dengan serangan itu. "Kami sangat khawatir dengan kondisi ini. Apalagi muslim tengah menjalani ibadah puasa, sementara media menekan mereka," papar dia seperti dikutip Sofia News Agency, Kamis (26/7).

Setidaknya enam orang, termasuk lima wisatawan Israel tewas ketika bom bunuh diri meledakan sebuah bus di bandara Burgas, kota Black Sea, Bulgaria, Rabu pekan lalu. Di antara mereka yang tewas dalam serangan itu adalah sopir bus, Mustafa Kisyov, yang merupakan Muslim. Israel sendiri telah menuduh Iran dan Hizbullah sebagai kelompok dibalik serangan itu.

Mufti Hadzhi mengatakan muslim Bulgaria telah menjadi korban moral dari masyarakat dan media melalui sindiran manipulatif yang bias. "Ini membingungkan mengapa pemerintah, politisi, tokoh masyarakat dan akademisi tidak pernah menyatakan kebenaran. Ini bentuk ketidakadilan lainnya," papar dia.

Ia menegaskan bom bunuh diri tidak sesuai dengan ajaran Islam. "Terlepas dari apapun tujuannya, membunuh orang tidak berdosa dilarang dalam Islam," kata dia. Pernyataan Mufti sekaligus mengulangi pernyataan ulama dan cendikiawan sebelumnya yang berulangkali mengutuk terorisme.

Muslim Bulgaria membentuk 12 persen dari 7.6 juta populasi. Mereka sebagian besar merupakan keturunan Turki ketika Bulgaria menjadi bagian dari Ustmani. Sejauh ini, kehidupan beragama di Bulgaria cukup baik. Muslim telah hidup bersama penganut Kristen Ortodoks selama berabad-abad dengan harmonis. 

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Sofia News Agency
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...