Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register
  •  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

    Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

  •  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

    Presenter sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

  •  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

    Operator kamera sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

  •  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

    Presenter tv berdiskusi dengan manager program sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

  •  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

    Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

 Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)  Produksi program tayangan televisi tengah dibuat oleh sebuah saluran TV baru yang dikelola seluruhnya oleh karyawan perempuan, akan diluncurkan akhir pekan ini di Kairo, Mesir, Kamis (19/7). (Mohamed Abd El Ghany/Reuters)

In Picture: Subhanallah, Televisi Khusus Muslimah Berniqab Akan Diluncurkan

Jumat, 20 Juli 2012, 15:47 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah saluran televisi baru yang dikelola dan dijalankan secara eksklusif oleh perempuan yang seluruhnya mengenakan burqa atau niqab, akan diluncurkan akhir pekan ini pada hari pertama bulan suci Ramadhan 1433 H.

Pengelola saluran TV ini berharap masyarakat luas akan mengetahui bahwa ada perempuan yang berhasil dalam karir dan mereka mengenakan niqab.

Di era kebebasan paska runtuhnya rezim Husni Mubarak, kaum perempuan Mesir yang mengenakan niqab berharap terjadinya perubahan di masyarakat setelah lama tertindas secara sosial dan politik.

Meskipun masyarakat Mesir sangat konservatif dan mayoritas muslim, perempuan yang mengenakan niqab mendapatkan perlakuan diskriminasi di pasar kerja, pendidikan dan tempat lain.

 

Redaktur : Mohamad Amin Madani
Sumber : Reuters
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar