Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Rusia Diserang, Putin Minta Jaga Persatuan

Jumat, 20 Juli 2012, 15:14 WIB
Komentar : 3
AP/Ivan Sekretarev
Vladimir Putin
Vladimir Putin

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Serangan bom yang terjadi wilayah Tatarstan, Kamis (19/7) kemarin, mengundang keprihatinan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam pernyatannya, Putin mengutuk serangan tersebut.

"Aparat penegak hukum tengah mencari pelaku serangan itu," kata Putin seperti dikutip alarabiya.net, jum'at (20/1). Putin meminta agar masyarakat Rusia dan umat Islam tetap menjaga persatuan setelah peristiwa itu.

Mufti Tatarstan, Ildis Faizov menjadi korban serangan bom. Ia berhasil menyelamatkan diri setelah keluar dari kendaraannya. Kini, ia tengah menjalani perawatan di rumah sakit. "Saya merasakan ledakan kuat di bagian depan mobil, dan spontan keluar dari kendaraan," papar dia.

Rekaman televisi Reuters memperlihatkan kendaraan yang ditumpangi Faizov dilalap api, dan mengeluarkan asap hiyam di pusat kota Kazan, sekitar 735 km dari Moscow.  Tak berselang lama, deputi mufti Valiulla Yakupiv ditembak mati di luar rumahnnya.

Komite Investigasi Rusia (RIC) menduga serangan itu dilakukan oleh teroris. Namun, komite belum mengetahui motif maupun tersangka dibalik serangan itu. Komite memperkirakan peristiwa itu merupakan serangan terencana.

Komite Nasional Anti Terorisme Rusia (NAK) menyatakan serangan itu mengindikasikan adanya usaha melawan penyebaran radikalisme agama di wilayah Kaukasus Utara. Sementara, aparat kepolisian Kazan saat ini telah meningkatkan jumlah personil guna menjaga keamanan di beberapa titik.

Ketua parlemen badan keagamaan, Yaroslav Nilov mengatakan belakangan Faizov banyak mendapat kritik seputar kuota haji. Menurutnya, banyak pihak menganggap Faizov menyalahgunakan kewenangannya dalam penyelenggaraan haji Muslim Rusia.

Serangan bom ini merupakan yang pertama dalam beberapa tahun belakangan di Kaukasus Utara. Sebelumnya, aksi serangan sempat mereda setelah Moskow bersikap lunak terhadap kelompok militan yang menginginkan berdirinya negara Islam di wilayah Kauskasus Utara.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Heri Ruslan
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...