Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Saudi Diminta Perhatikan Hilal Awal Ramadhan

Senin, 16 Juli 2012, 23:52 WIB
Komentar : 1
muslimmedianetwork.com
Hilal (Ilustrasi)
Hilal (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Umat Muslim Arab Saudi diminta untuk memperhatikan langit, Kamis (19/7) esok yang bertepatan dengan 29 Syaban 1433 Hijriyah. Permintaan itu datang dari Mahkamah Agung Saudi sebagai upaya melihat kemunculan bulan sabit sebagai tanda datangnya Ramadhan.

Arab News melaporkan, berdasarkan kalender Umm Alqura, diperkirakan Ramadhan bertepatan dengan 19 Juli 2012 Masehi. Dalam pengumumannya Senin (16/7) pagi, MA Saudi meminta siapa saja yang melihat bulan baru dengan mata telanjang, atau dengan bantuan teropong bintang, untuk segera melaporkannya ke pengadilan setempat, dan membuat surat kesaksian.

Atau untuk yang melihat hilal, bisa melapor ke pihak berwenang setempat jika di daerahnya tidak ada hakim. MA Saudi mendorong semua umat Muslim untuk memperhatikan keadaan langit, guna memantau kemunculan bulan baru.

Di Indonesia, penentapan Ramadhan bakal dilakukan pada Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama bersama organisasi massa Islam pada Kamis (19/7) mendatang. Meski belum ditetapkan, tetapi Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Jumat, 20 Juli 2012. Pun dengan Lembaga Observatorium Bosscha yang memprediksi awal Ramadhan 2012 jatuh pada Jumat (20/7). Itu dilihat dari perhitungan astronomi yang diterapkan lembaga setempat. (baca: Bosscha: Awal Ramadhan 20 Juli).

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Arab News
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...