Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Presiden: Muslim Harus Diusir dari Myanmar

Jumat, 13 Juli 2012, 17:34 WIB
Komentar : 65
Andrew Biraj/Reuters
Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di Teknaf, kota perbatasan Bangladesh.
Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di Teknaf, kota perbatasan Bangladesh.

REPUBLIKA.CO.ID, YANGOON - Presiden Myanmar Thein Sein mengatakan, Muslim Rohingya harus diusir dari Myanmar. Ia juga mengatakan, sebaiknya Muslim Rohingya dikirim ke kamp pengungsi yang dikelola PBB.

Mantan Jenderal Junta tersebut mengatakan pada Kamis (12/7) kemarin, bahwa satu-satunya solusi untuk mengatasi konflik Muslim dan Buddha di Myanmar adalah dengan mengirim Muslim Rohingya ke luar Myanmar. Ia meminta Muslim Rohingya dikirim ke kamp pengungsi yang dikelola United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

"Kami akan mengusir mereka jika ada negara ketiga yang mau menerima mereka. Ini adalah solusi terbaik untuk masalah ini," ujar Sein.

Badan pengungsi PBB merasa dilecehkan dengan ide tersebut. PBB mengatakan, puluhan tahun diskriminasi telah membuat Muslim Rohingya tidak memiliki negara. Myanmar telah membatasi pergerakan mereka, dan memotong hak atas tanah, pendidikan, dan pelayanan publik mereka.

Selama dua tahun terakhir, gelombang Muslim etnis ini telah berusaha melarikan diri dengan perahu. Mereka rak tahan menghadapi penindasan sistematis oleh pemerintah Myanmar.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui keberadaan mereka di Myanmar. Mereka mengatakan penduduk Rohingya bukan asli Myanmar. Pemerintah juga mengklasifikasikan Muslim Rohingya sebagai migran ilegal. Meskipun mereka telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Press Tv
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Putri Dhania Minggu, 2 September 2012, 18:23
Dimana hati presiden myanmar terhadap etnis rohingya? Apakah mereka tidak takut akan azab Allah?
  zulkifli Sabtu, 18 Agustus 2012, 03:45
Kata "mengusir" adalah kata2 yang tdk pantas di ucapkan oleh seorang presiden.apakah presiden myanmar orang yang beragama? Apakah dia mendapatkan ajaran dari agama yang dia anut untuk kasih dan menyayangi kepada sesama manusia
  Suendrizal Rabu, 15 Agustus 2012, 11:43
Atas sikap Presiden Myanmar tsb, maka sdh selayaknya negara penampung pengungsi Muslim Rohingya memberikan latihan militer utk menghadapi militer Myanmar, apabila mereka kembali ke Myanmar.
  Relawan Indonesia Selasa, 7 Agustus 2012, 13:24
Relawan Indonesia (Indonesian Volunteers for Disaster Relief) pd Rabu, 8 -8-2012 insya Allah mengirim 2 org relawan tim asessment ke Myanmar. Bagi yg ingin membantu sdr kita di Rohingya dapat melalui BSM no rek 7035578875 an Indonesian Volunteer FD.
  iwan purwo santoso Sabtu, 4 Agustus 2012, 14:18
Presiden Myanmar menjadi salah satu tokoh diktator di dunia semoga Allah segera memberinya balasan atas perbuatanya