Saturday, 29 Ramadhan 1435 / 26 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

PNS Chechnya Diimbau Pakai Busana Muslim

Monday, 09 July 2012, 22:59 WIB
Komentar : 8
Republika/Wihdan Hidayat
Muslimah berjilbab (ilustrasi).
Muslimah berjilbab (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CHECHNYA -- Geliat Muslim di wilayah Chechnya, Rusia mulai menyentuh cara berpakaian di instansi-instansi pemerintahan di negara tersebut.

Pegawai negeri sipil (PNS) pria di wilayah Chechnya diminta menggunakan busana Muslim. Sementara PNS wanitanya diminta untuk mengenakan jilbab yang menutup kepala.

"Kami menyarankan agar para pegawai negeri pria bekerja dengan mengenakan jas dan dasi. Sementara perempuan mengenakan rok yang menutupi lutut mereka, serta mengenakan penutup kepala," sebut seorang pejabat Chechnya, Magomed Selimkhanov, seperti diberitakan Reuters, Senin (9/7).

Sementara setiap Jumat, PNS di wilayah Kaukasus itu diwajibkan memakai busana muslim tradisional. Kendati begitu, Selimkhanov mengingatkan himbauan itu adalah rekomendasi.

Kebijakan itu disindir aktivis HAM, Ruslan Badalov yang menyebut busana Muslim adalah bagian dari masalah yang muncul di Chechnya belakangan ini. "Setiap tahun, pejabat Chechnya muncul dengan kebijakan baru yang serupa dengan kebijakan sekarang," ujar Ruslan.

"Ini adalah tradisi Kaukasus, namun hal ini tidak boleh dipaksa," tegasnya.

Islam di wilayah pegunungan Eurasia itu perlahan-lahan mulai bangkit. Karena itu, Kremlin terus memantau kebangkitan Muslim Chechnya.

Sejumlah pengamat memprediksi, Pemerintah Chechnya bakal didesak memberikan otonomi khusus ke wilayah mayoritas muslim tersebut. Mengingat Islam di Chechnya perlahan-lahan mulai bangkit dari tidur panjangnya.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Reuters
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Masa Depan Ekonomi Indonesia di Era Jokowi
WASHINGTON -- Salah satu tantangan terberat bagi Presiden RI Terpilih Joko Widodo adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai kendala struktural....