Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jumlah Muslim San Diego Meningkat, tapi...

Senin, 09 Juli 2012, 16:57 WIB
Komentar : 0
.
Suana Shalat idul Fitri saat Muslim San Diego belum memiliki gedung Muslim Community Center.
Suana Shalat idul Fitri saat Muslim San Diego belum memiliki gedung Muslim Community Center.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN DIEGO - Data statistik Asosiasi Badan Keagamaan Amerika mencatat jumlah Muslim San Diego, California, AS selama dua tahun belakangan naik 179 persen. Pada tahun 2010 jumlah Muslim mencapai 7.878 jiwa, kini jumlahnya mencapai 21.994 orang.

Menurut Asosiasi, kenaikan jumlah populasi muslim disebabkan kedatangan para imigran yang berasal dari Somalia, Irak, Afganistan, dan Bosnia. Penyebab lain, meningkatnya jumlah kelahiran dan mualaf.

Meski kabar ini cukup menggembirakan, Direktur Organisasi Pengungsi mengatakan kenaikan populasi tersebut menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya terkait kesejahteraan Muslim. 

"Kami melihat banyak Muslim yang perlu dibantu," papar dia seperti dikutip onislam.net, Senin (9/7).

Pakar Studi Islam Universitas Kentucky, Ihsan Bagby mengatakan peningkatan jumlah Muslim harus diimbangi juga dengan ketersediaan sekolah Islam dan Masjid. Kedua tempat itu, kata dia, mempermudah muslim untuk berintergasi ke dalam masyarakat AS.

"Beruntung bagi mereka, sebab mereka dalam proses menuju bagian dari AS. Apalagi, Islam mulai mulai diakui," paparnya.

Namun menurut Imam Masjid San Diego, Mezgouri mengatakan proses integrasi juga masih mengalami kendala mengingat tingkat pengangguran yang tinggi. Belum lagi masalah diskriminasi. "Perjalanan masih panjang," kata dia.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : onislam.net
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...