Kamis, 25 Syawwal 1435 / 21 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Negara Islam Harus Belajar dari Thailand

Senin, 09 Juli 2012, 15:30 WIB
Komentar : 1
AP
Mahatir Muhammad
Mahatir Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, LANGKAWI - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad menyarankan negara-negara Islam untuk belajar menciptakan produk dan pasar di dunia. Hal itu penting dilakukan guna menghindari status negara-negara Islam yang selama ini hanya sebatas konsumen belaka.

"Untuk itu, negara-negara Islam perlu menguasai teknologi. Caranya, belajarlah dengan negara-negara maju seperti Jepang, Korea dan Taiwan," papar dia seperti thestaronline.com, Senin (9/7).

Mahathir mengungkap Jepang diawal masa pembangunannya meniru teknologi barat untuk kebutuhan dalam negeri. Selang beberapa tahun, Jepang mengembangkan teknologi itu dan menjadi produsen dari berbagai jenis produk yang dieskpor ke negara-negara lain, termasuk negara-negara Islam. "Jadi, negara Islam perlu meniru cara ini," ucapnya.

Mahatir menyatakan negara Islam jangan sampai kalah dengan Thailand yang mampu membuat produk-produk buatan mereka yang menyebar di seluruh dunia. "Memang tidak dalam jumlah besar tapi itu bentuk kemajuan yang luar biasa," papar dia.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Djibril Muhammad
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Simpatisan Prabowo-Hatta: Hasil MK Tak Sesuai Harapan, Kita Terus Berjuang
JAKARTA -- Massa pendukung Prabowo-Hatta berdatangan menuju Mahkamah Konstitusi (MK). Irfan Sanusi selaku koordinator massa mengaku tujuan mereka datang adalah untuk mengawal keputusan...