Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pekerja Checnya Pakai Busana Muslim Tiap Jumat

Senin, 09 Juli 2012, 15:26 WIB
Komentar : 1
usatoday.com
Muslim Checnya
Muslim Checnya

REPUBLIKA.CO.ID, GROZNY--Pemerintah Chechnya meminta pekerja untuk mengenakan busana muslim setiap hari Jumat. Ketetapan itu berlaku mulai Jumat pekan depan.

Juru bicara pemerintah, Magomed Selimkhanov mengatakan pemerintah merekomendasikan pekerja laki-laki agar mengenakan jas dan dasi, sementara perempuan mengenakan rok dibawah lutut dan penutup kepala, berupa jilbab atau kerudung.

"Rekomendasi ini merupakan imbauan pemerintah," papar dia seperti dikutip reuters.com, Senin (9/7).

Sebelumnya, Presiden Chechnya Ramza Kadyrov mengeluarkan imbauan serupa khususnya kepada kalangan perempuan agar mengenakan jilbab ketika memasuki gedung pemerintah. Namun, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), menuduh kebijakan Kadyrov merupakan pemaksaan dan melanggar hak asasi warga negara.

"Imbauan mengenakan busana muslim merupakan paksaan. Seharusnya tidak seperti itu. Tapi Chechnya hal itu terjadi," papar Ketua Komite Nasional HAM Chechnya, Ruslan Badalov.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...