Senin, 27 Zulqaidah 1435 / 22 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Nigeria Desak Terapkan Sistem Zakat

Jumat, 06 Juli 2012, 19:49 WIB
Komentar : 1
nigeriamuslim.com
Muslim di Nigeria
Muslim di Nigeria

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Muslim Nigeria mendesak pemerintah untuk mengadopsi sistem zakat guna mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial yang kian melebar antara warga kaya dan miskin. Langkah itu dinilai sebagai solusi tepat dan konkret. Pakar Studi Islam, Abdul Hakeem Mobolaji mengatakan zakat tidak hanya sebatas kewajiban agama tetapi memiliki peran vital dalam meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial.

"Sayang, pilar ini diabaikan," papar dia seperti dikutip onislam.net, Jum'at (6/7). Abdul mengatakan zakat tidak sama dengan skema jaminan sosial yang banyak diterapkan negara-negara barat. Sebab zakat memiliki potensi lebih dari itu. "Potensinya luar biasa," kata dia.

Kordinator Yayasan Zakat dan Sedekah, Abdullahi Shuabib mengatakan lembaga zakat mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada guna membangun infrastruktur sosial yang lebih baik, sehingga dapat mengurangi kemiskinan, yang banyak dialami kalangan jompo, anak yatim, janda dan lainnya.

"Kami tidak mengatakan sistem ini juga harus diberlakukan pada kalangan non-muslim. Akan tetapi sistem ini mengikat kalangan muslim agar tidak hanya membayar zakat sekali dalam setahun tapi rutin dalam setiap bulan. Kalau memang itu diterapkan dnegan baik, pemerintah memproleh dana jutaan Naira," tambahnya.

Menurut Abdullahi, katakanlah 30 juta dari 70 juta muslim menyerahkan zakat, lalu dana demikian besar ini digunakan secara bijaksana maka berapa ratus atau mungkin ribuan warga miskin yang berhasil diangkat derajatnya. "Insya Allah, saya optimistis dengan keberhasilan dari sistem ini," ucapnya.

Nada pesismistis justru diungkapkan para ahli. Menurut mereka, sistem zakat akan banyak mendapatkan penolakan dari masyarakat Nigeria yang beragam. Keberagaman itu merupakan tantangan utama dari pemberlakukan sistem zakat. "Tantangan lain, kerjasama dan kepercayaan antar komunitas muslim saat menangani dana demikian besar," papar Pakar ekonomi, Dr Mobolaji.

Menurutnya, sekarang ini pemerintah tidak memiliki kekuatan guna mengatur atau mengawasi, belum lagi manajemen yang buruk. Dengan demikian, peluang terjadinya kebocoran dana semakin membesar. "Masalah lain, tenaga terlatih dalam pengelolaan zakat," ujarnya.

Nigeria, merupakan salah satu negara kaya akan minyak. Namun, sekitar 60,9 persen dari 130 juta penduduk Nigeria hidup dalam kemiskinan.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Dewi Mardiani
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pariwisata Banyuwangi Dorong Prinsip Islam
BANYUWANGI -- Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan  dalam mengembangkan pariwisata Banyuwangi, ia akan mengikuti basis masyarakat yang mayoritas agamanya Muslim. Meski tidak ada...