Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Rohingya di Myanmar Kian Terancam

Selasa, 12 Juni 2012, 16:24 WIB
Komentar : 0
gazzete.com
Muslim Myanmar di Pengungsian
Muslim Myanmar di Pengungsian

REPUBLIKA.CO.ID, RAKHINE -- Desingan peluru dan suara rumah-rumah terbakar masih terdengar kala aparat keamanan Myanmar mencoba meredam kekerasan etnis dan religius di negara bagian Rakhine, Selasa (12/6). Ribuan suku Muslim Rohingyas terpaksa meninggalkan kampung halamannya untuk mencari tempat yang aman di negara-negara tetangga.

Konflik antara etnis Budha Rakhine dan Muslim Rohingya sedikitnya menewaskan puluhan warga sipil, sejak pecah pada akhir pekan lalu. Ratusan rumah terbakar sehingga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Kantor berita AP melaporkan, hingga saat ini keadaan di sekitar wilayah Rakhine masih mencekam. Polisi dan militer berkali-kali menembakkan peluru ke udara untuk membubarkan gerombolan-gerombolan warga yang mencoba membakar rumah-rumah dan fasilitas umum.

“Tensi masih sangat tinggi dan berbahaya,” kata seorang warga etnis Rakhine Tha Zan Hla seperti dilansir kantor berita AP.

Sementara itu, di ibu kota Rakhine, Sittwe, perkantoran, sekolah, dan bank masih belum beroperasi. Toko-toko dan pasar swalayan juga belum berani melayani pembeli.

Presiden Myanmar, Thein Sein, menyatakan, darurat nasional menanggapi konflik bernuansa religius ini. Ia menilai konflik ini dapat mengancam demokrasi yang baru saja dibangun di Myanmar setelah hampir setengah abad dikuasai junta militer.

Sementara itu, penjaga perbatasan Bangladesh mengembalikan tiga perahu berisi ratusan Rohingya yang mencoba mengungsi ke negara mayoritas Muslim itu. “Tiga perahu itu mengangkut 103 orang termasuk 81 wanita dan anak-anak,” kata otoritas perbatasan Bangladesh, Mayor Shafiqur Rahman.

Ia mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan penjagaan di sepanjang 200 kilometer perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar. Ratusan tentara diterjunkan untuk berpatroli selama konflik di Myanmar masih memanas.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...