Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tolak Islam, Politikus Jerman Lupakan Sejarah

Friday, 08 June 2012, 15:56 WIB
Komentar : 1
the thelegraf
Christian Wulff
Christian Wulff

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Politikus Jerman secara teratur dan terorganisir membantah bahwa Islam bagian dari Jerman. Mereka sepakat identitas Jerman dibentuk oleh era pencerahan, dan Islam tidak menjadi bagian dari identitas itu.

Di awal, Presiden Jerman terpilih Joaching Gauck meralat pernyataan pendahulunya, Christian Wulf, tentang Islam bagian dari Jerman. Menurut dia, Islam itu hanya menetap di Jerman. Anggota senior parlemen konservatif, Volker Kauder, pun tak kalah lantang bersuara. Baginya, Islam bukanlah bagian dari tradisi dan identitas Jerman.

Selanjutnya, Menteri Dalam Negeri Hans-Peter Freiedrich segera memberikan penegasan bahwa pernyataan Islam bagian dari Jerman tidak dapat dibuktikan dari sejarah. "Yang benar itu, Jerman dibentuk oleh era pencerahan," kata dia seperti dikutip spiegel.de, Jum'at (8/6).

Selepas era Nazi, kanselir Konrad Adenaure berkomitmen untuk membawa semangat budaya Kristen dan barat saat membangun ulang Jerman yang saat itu babak belur. Ia pun berhasil membawa Jerman bangkit sehingga menapaki kejayaan baru. Dari prestasi itulah, klaim politisi Jerman dibangun.

Klaim itu selanjutnya dinilai sinis oleh pimpinan komunitas muslim. Mereka berpendapat, apa yang dipikirkan politisi Jerman itu melupakan bahwa ada era di mana budaya barat sempat mengalami masa kegelapan dan Islam muncul membawa harapan dan perubahan baru bagi dunia saat itu. "Mereka secara elegan mengabaikan sisi kelam dari budaya barat, pada saat bersamaan mereka mengklaim masa pencerahan dengan berdiri di atas kaki muslim," kata Aiman Mazyek, kepala Dewan Pusat Muslim.

Komentar Mazyek cukup mengena guna melawan kesombongan politisi Jerman dalam memandang muslim. Dua generasi Jerman terdahulu hancur namun tidak dimasukan dalam bagian dari kejayaan Jerman masa kini. Mereka, kata Mazyek lupa dengan latar belakang lahirnya kata-kata, seperti 'laksamana', 'aljabar', 'alkohol', atau 'atlas'.

"Lihatlah buku sejarah, Sultan Mehmed II berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453, lalu berdirilah kerajaan Muslim yang selama 300 tahun beraliansi dengan Inggris (Anglikan) dan Perancis (Katolik)  untuk mengalahkan Hapsburg (Jerman)," kata Mazyek.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Dewi Mardiani
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Andien Lebih Ngepop di Album Baru
JAKARTA --  Andien meluncurkan album keenamnya, "Let It Be My Way". Di album teranyarnya ini, Andien coba menyuguhkan alunan musik yang berbeda dari...