Kamis, 23 Zulqaidah 1435 / 18 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Tujuan Akhir Dakwah Islam di AS

Kamis, 31 Mei 2012, 19:19 WIB
Komentar : 0
Heri Ruslan/Republika
Muslim Amerika Serikat sedang menunaikan shalat Jumat di Gedung Capitol Washington
Muslim Amerika Serikat sedang menunaikan shalat Jumat di Gedung Capitol Washington

REPUBLIKA.CO.ID,CHICAGO -- Direktur Program Perdamaian Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA), Sabeel Ahmed, mengatakan, tujuan akhir dari dakwah Islam di Amerika Serikat (AS) adalah mendidik masyarakatnya tentang Islam.

"Saat ini, kami hanya mampu mendidik masyarakat AS sekitar 0.1 persen dari populasi AS, tentunya ke depan dapat mencapai 10 persen, atau bahkan 50 persen dari populasi AS," ungkap dia dalam sesi wawancara seperti dikutip news.medill.northwestern.edu, Kamis (31/5).

Menurut Ahmed, dengan pendidikan akan terbangun masyarakat yang damai. "Tidak ada tujuan dari Muslim untuk mengubah apapun. Dengan mendidik, kami mengharapkan tercipta semacam solusi untuk kekerasan dan masalah lain dalam masyarakat," ujarnya.

"Kami juga menginginkan adanya pembelaan terhadap kebebasan beragama dan membantu masyarakat AS untuk memahami masalah syariah. Ada begitu banyak kesalapahaman tentang syariah lantaran muncul karena rasa takut. Jadi, kampanye yang kami lakukan adalah mendidik untuk menghilangkan rasa takut itu sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang Islam dan muslim," paparnya.

Saat ditanya apakah Islam cocok dengan budaya Amerika, Ahmed mengatakan muslim dapat hidup berdampingan dengan  budaya, agama atau ras lainnya. Di masa lalu, hingga hari ini, muslim di seluruh dunia berdampingan dengan etnis, agama dan budaya lainnta.

"Jadi dari sejarah itu ada semacam contoh, bahwa saat ini lebih banyak ketakutan sehingga mencegah kita hidup damai. Saya tidak tahu seperti apa di masa depan, tetapi ketika setiap orang tahu tentang Islam, Insya Allah kita dapat hidup berdampingan baik Islam, Yahudi dan Kristen," kata dia.

Reporter : agung sasongko
Redaktur : Taufik Rachman
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Terapi Air Bantu Mobilitas Penyandang Difabel
WASHINGTON --  Tim riset di Human Performance Lab Middle Tennessee State University, tengah mengembangkan terapi air guna membantu mobilitas warga difabel. Pasien yang...