Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Inggris Perjuangkan Daging Halal

Senin, 07 Mei 2012, 07:10 WIB
Komentar : 1
AP Photo/Michel Euler
   Toko daging halal di Eropa
Toko daging halal di Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Muslim di Inggris menolak larangan menyembelih hewan secara Islam yang dilakukan dokter hewan terkemuka Inggris pekan ini, Ahad (6/5). Mantan Presiden Asosiasi Veteriner Inggris Bill Reilly melarang praktik penyembelihan hewan tanpa disetrum terlebih dulu. "Penyembelihan tanpa didahului setruman tampaknya meningkat. Dari perspektif kesejahteraan hewan, ini tidak dapat diterima," kata Reilly.

 

Tak urung, pernyataan itu menuai kritik dari umat Islam di Inggris. "Ini (penyembelihan) merupakan keharusan. Penyembelihan daging halal berlangsung cepat, sehingga rasa sakit dapat diminimalisir dan menghindari rasa sakit yang tidak perlu," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Wales, Saleem Kidwai, kepada Wales Online.
Menteri Inggris telah berusaha mengubah hukum untuk memastikan daging halal dijual dengan label yang tepat. Daily Mail melaporkan pada April bahwa 'sebuah kelompok masyarakat' menyajikan daging halal secara diam-diam di sekolah-sekolah, rumah sakit, pub dan tempat-tempat olahraga terkenal.
Para penggiat hak-hak binatang menganggap cara penyembelihan daging halal kejam. Padahal metode tersebut justru paling sedikit menimbulkan rasa sakit dan sesuai dengan ukuran kesejahteraan hewan.
Daging halal kini menguasai 25 persen keseluruhan pasar daging di Inggris, menurut Reilly.
Namun, menurut Badan Standar Makanan (FSA) jumlah hewan yang disembelih secara halal jauh lebih kecil.
"Hasil penelitian menunjukkan jumlah hewan yang disembelih tanpa disetrum relatif rendah. Hanya tiga persen sapi, 10 persen domba dan kambing dan empat persen unggas," kata seorang juru bicara FSA kepada BBC.
Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : bbc
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...