Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Moro Yakin OKI Selesaikan Perdamaian Mindanao

Friday, 20 April 2012, 22:00 WIB
Komentar : 1
AP
Gerilyawan MORO.
Gerilyawan MORO.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA – Front Pembebasan Muslim Moro (MILF) di Filipina Selatan mempercayakan penyelesaian perdamaian dengan Filipina dengan organisasi Kerjasama Islam (OKI). OKI dipandang sebagai satu-satunya kekuatan yang bisa memecahkan kebuntuan dalam pembicaraan perdamaian antara Manila dan Muslim Moro.

Juru Perdamaian MILF, Prof Abhoud Syed Lingga, meyakini OKI sangat berpengaruh membawa perdamaian MILF dengan pemerintah Filipina. "OKI bisa mengarahkan perundingan perdamaian keluar dari kebuntuan dan berkontribusi pada kesepakatan akhir perdamaian," ungkap Syed Lingga yang dilansir Xinhuanet.com, Jumat (20/4).

Selama pembicaraan formal eksplorasi perdamaian ke-26 di Kuala Lumpur, pada 22 Maret lalu. Kedua belah pihak setuju untuk mengizinkan OKI duduk sebagai pengamat di pembicaraan berikutnya antara MILF dan Pemerintah Filipina.

Di bawah Naungan OKI, Manila dan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) menandatangani perjanjian perdamaian tahun 1996, dan mengakhiri rentetan pertempuran di Mindanao sejak pertengahan 1970-an.

Sebelumnya, pakta perdamaian ditolak oleh sebagian kelompok garis keras di MNLF yang dipimpin oleh Salamat Hashim, keluar dari MNLF untuk membentuk MILF sekarang.

Syed Lingga mengatakan bahwa keterlibatan OKI terdiri dari 57 negara anggota dipimpin oleh Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeleddin Ihsanuglo. Dalam putaran terakhir perundingan pada Maret, kedua belah pihak tidak terlihat optimis keberhasilan perjanjian perdamaian dalam beberapa bulan ke depan.

Perwakilan negosiator pemerintah Filipina, Marvic Leonen, mengakui pembicaraan itu menuju jalan buntu, karena perbedaan pendapat pada beberapa isu utama. "Kami mendekati jalan buntu untuk transisi membuat solusi permanen bagi pemerintah kami," kata Leonen.

Dengan adanya OKI ini, Leonen yakin pemerintah Presiden Benigno Aquino III siap untuk menandatangani pakta perdamaian dengan MILF dalam waktu secepat mungkin. "Kami telah meletakkan sebuah proposal yang sangat pragmatis yang akan menjamin otonomi nyata dan asli untuk Bangsa moro," kata Leonen.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Chairul Akhmad
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...