Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ulama Turki Sesalkan Fatwa Soal Tempat Ibadah Agama Lain

Senin, 16 April 2012, 18:52 WIB
Komentar : 1
todayszaman
Mehmet Gormez
Mehmet Gormez

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Kepala Direktorat Agama, Mehmet Gormez menyesalkan pernyataan mufti Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz al-Syaikh terkait masalah hukum pembangunan tempat ibadah agama lain di negara-negara Islam. Menurutnya, pernyataan itu telah menodai konsep Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Seperti diketahui, dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan ulama di Kuwait pada Maret silam, al-Syaikh mengatakan perlu ada fatwa terkait dengan keberadaan tempat ibadah agama lain di negara-negara muslim. Sayang, fatwa itu jauh dari kesan menjaga kerukunan antar umat beragama di Timur Tengah.

"Adalah kewajiban umat Islam untuk melindungi minoritas. Seorang muslim tidak memiliki hak untuk mengkhianati apa yang telah menjadi amanah baginya," kata dia seperti dikutip todayszaman, Senin (16/4).

Mehmet menjelaskan di seluruh dunia, umat Islam telah hidup bersama dengan peradaban lainnya. Sebabnya, perlu untuk menerapkan teladan Rasullullah SAW dalam hidup bermasyakat. "Tidak ada rujukan yang jelas dengan apa yang ungkapkan saudara kita (Al-Syaikh). Jelas hal ini salah. Bahkan dapat dikatakan bertentangan dengan prinsip-prinsip Nabi SAW," kata dia.

Mehmet menilai seharusnya umat Islam mendapat kepercayaan minoritas. Jangan hanya karena perlakuan barat terhadap para muslim sehingga umat Islam perlu membalas dengan fatwa seperti itu. "Sejarah telah memberikan petunjuk soal ini," ujarnya.

Sebagai contoh, kata dia, pada masa kekalifahan hingga era kesultanan Turki Ustmani, mereka tidak pernah mengutak-atik masalah ini sehingga harmoninasi kehidupan antar umat beragama terjaga dengan baik.
"Bahkan mereka turut membangun tempat ibadah bagi agama lain," kata dia.

Sebabnya, Mehmet menilai langkah ini perlu dipertimbangkan atas nama perdamaian. Dengan demikian, tidak ada lagi pematik api yang dapat memicu bentrokan antar budaya dan bahasa.

"Kita sudah lihat, banyak ancaman di beberapa tempat. Kita juga lihat, banyak muslim dan pihak lain diberbagai belahan dunia telah berusaha yang terbaik dalam memberantas kebencian," ucapnya.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Hazliansyah
Sumber : todayszaman
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...