Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Akhirnya, Pameran Haji di Museum Inggris Digelar

Rabu, 25 Januari 2012, 20:47 WIB
Komentar : 0
http://arabnews.co
Salah satu artefak yang ditampilkan dalam pameran haji di Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Pameran perdana tentang haji akhirnya terlaksana di Museum Inggris. Pameran bertajuk ‘Haji: Perjalanan Menuju Jantung Islam’ dilaksanakan pada 26 Januari hingga 15 April 2012.

"Pameran ini adalah tentang sebuah perjalanan yang memiliki satu tujuan yakni mencapai jantung Islam," kata Kurator Pameran, Venetia Porter, seperti dikutip arabnews.com, Rabu (25/1).

Memasuki museum, pengunjung akan disajikan ruang baca melingkar yang mencerminkan ritual mengeliling Ka’bah. Para pengunjung akan melihat Kiswah, kain dengan hiasan yang menutupi Ka’bah. Selanjutnya, lebih dari 200 stand dari 13 negara menanti para pengunjung.
 
Yang istimewa, terdapat sejumlah artefak didatangkan langsung dari Arab Saudi. Artefak itu meliputi peninggalan-peninggalan di masa lalu baik dalam berbentuk tulisan, fisik dan fotografi. Melalui artefak ini, harapannya pengunjung non Muslim dapat merasakan atmosfer kota Makkah dan Madinah.

"Di dunia nyata, mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang Islam tentu memicu ketertarikan. Tentu saja, mereka dapat memperoleh informasi secara langsung sehingga kekeliruan yang terjadi secara perlahan dapat diperbaiki," kata Direktur Museum Inggris, Neil MacGregor.

Neil mengatakan populasi Muslim yang mencapai 28 persen dari populasi dunia telah memberikan sumbangan bagi peradaban Timur dan Barat selama berabad-abad. Sayang, bagi masyarakat Barat, ibadah haji masih merupakan misteri lantaran ketiadaan akses dan informasi yang memadai.

Pameran ini terbagi menjadi tiga bagian, masing-masing bagian mengajak pengunjung menjelajahi aspek yang berbeda dari haji. Bagian pertama misalnya, menekankan pada aspek sejarah ibadah haji. Pada bagian lain, terhadap Alquran yang dibuat pada abad 19, pada masa kesultanan Ustmani. Terdapat pula, catatan jamaah haji asal Pakistan tahun 1950.

Pada bagian lainnya, ditampilkan pula catatan harian perjalanan bangsawan Skotlandia, Lady Evelyn Cobbold, yang merupakan seorang mualaf dan perempuan Inggris pertama yang pergi haji. Ada juga catatan harian dari Sir Richard Francis Burton yang melakukan perjalanan ke Makkah dengan cara menyamar. Tak ketinggalan, catatan perjalanan Ibnu Batuta di abad ke-14.


 


Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Chairul Akhmad
1.913 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  suratno Kamis, 26 Januari 2012, 07:59
Mudah-mudahan masyarakat dunia dan Inggris khususnya, memperoleh hikmah dan pemahaman dari pameran ini dan semakin terkikis pandangan kelam terhadap Islam. Amin. Kasihan mereka, cerdas-cerdas tapi gelap hatinya
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda