Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Untuk Pelatihan Polisi, NYPD Bikin Film 'Miring' tentang Islam

Rabu, 25 Januari 2012, 08:34 WIB
Komentar : 0
youtube
Potongan gambar dalam film Third Jihad
Potongan gambar dalam film Third Jihad

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Sebuah film dokumenter tentang pelatihan polisi,dibuat oleh polisi New York, yang menuduh umat Islam meluncurkan perang suci melawan Barat memicu badai kecaman di Amerika Serikat. Tuduhan-tuduhan muncul bahwa Departemen Kepolisian New York (NYPD) sengaja menabur ketakutan di kalangan Muslim dalam negara itu .

"Bentuk pelatihan kepolisian terbesar pada kota didunia ini sudah menjadi pertanyaan penting," kata Faiza Patel, seorang direktur Pusat Brennan untuk Keadilan di Universitas hukum New York, dikutip The New York Times pada Selasa (24/1).

Ia juga menambahkan, "Polisi telah membuat sebuah film dokumenter tentang latihan  untuk menghadapi muslim ."tambahnya. Berita sudah tersebar bahwa NYPD menggunakan sebuah film berjudul "The Third Jihad" dalam pelatihan yang diikuti oleh lebih dari seribu petugas.

Seorang polisi awalnya membantah laporan itu, tetapi kemudian mengatakan bahwa film sudah diputar beberapa kali hanya untuk beberapa perwira. Tetapi dokumen-dokumen internal polisi, diperoleh berdasarkan Kebebasan negara Hukum Informasi, menunjukkan bahwa film itu ditampilkan  terus menerus selama tiga bulan dalam satu tahun dalam pelatihan dan ditonton hampir 1.500 petugas.

Film 72-menit ini, isinya mencakup wawancara dengan Komisaris Raymond W. Kelly, mengklaim bahwa ada tiga jihad: Satu di masa Nabi Muhammad, yang kedua pada Abad Pertengahan dan ketiga yang sedang berlangsung diam-diam di Barat hari ini.

Film ini dimulai dengan gambar yang menunjukkan teroris Muslim menembak Kristen di kepala, bom mobil meledak, anak-anak dieksekusi dan ditutupi oleh lembaran dan foto rekayasa yang menunjukkan bendera Islam terbang di atas Gedung Putih.

Pembela hak asasi manusia dan para pemimpin Muslim menuduh NYPD menabur ketakutan di kalangan Muslim Amerika."Ini mencemarkan iman kita dan salah mengartikan segala sesuatu tentang kita," kata Zead Ramadhan, presiden Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR)Musl

Reporter : Aghia Khumaesi
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Dubes Paraguay, Didampingi Istri Tercinta Temukan Indahnya Islam
 JAKARTA -- Duta besar Paraguay untuk ASEAN, Caesar Esteban Grillon Conigliaro telah memeluk agama Islam tahun 2013 lalu. Ada cerita menarik sebelum Ia memantapkan...