Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Organisasi Radikal Eropa Incar Komunitas Muslim

Rabu, 07 Desember 2011, 14:54 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, KOPENHAGEN – Gerakan anti Islam di Denmark terus berkembang. Gerakan itu dipelopori organisasi sayap kanan radikal, Liga Pertahanan Denmark.

Organisasi ini mengusung idelogi baru yang menerima Yahudi dan kulit hitam tapi tidak dengan Muslim. "Kami tidak rasis. Kami bukan Neo-Nazi," kata Bo Vilbrand (24), juru bicara kelompok itu seperti dikutip AP, Rabu (7/12).

Gerakan ini muncul untuk melawan Islam dengan menggunakan simbol salib bukan swastika. Meski mengklaim sebagai perjuangan budaya, namun dalam pergerakannya kelompok ini tak ubahnya organisasi pengusung Xenophobia, ketakutan terhadap ras atau agama tertentu.

Pakar Esktrimis Eropa, Hajo Funke, menilai gerakan organisasi sayap kanan radikal ini lahir setelah Andres Behring Breivik membantai 77 orang dengan mengatasnamakan gerakan anti Islam. "Oslo merupakan cermin dari berkembangnya gerakan ini," kata Funke.

Analis keamanan Norwegia Jon Fitje mengatakan pihaknya belum memetakan perkembangan kelompok sayap kanan radikal. Namun, gerakan ini mulai menebarkan ancaman semenjak Maret silam. "Sepertinya ada banyak orang dengan pandangan seperti Breivik. Meski di awal, mereka mengutuk tindakannya," ungkap Fitje.

Sayangnya, kata Fitje, minimnya informasi tentang kelompok ini menjadi tantangan untuk meredam aksi kebencian terhadap islam. "Kami tidak tahu Norwegia melarang organisasi berdasarkan pandangan politi tertentu," ujarnya.

Seperti kebanyakan organisasi sayap kanan lain di Prancis dan Inggris, organisasi Liga Pertahanan Denmark mulai mendapat simpati para pemuda. Ratusan pemuda mulai bergabung dalam gerakan yang membendung islamisasi Eropa.

Peneliti Inggris, Toby Archer, menilai cepat atau lambat kelompok sayap kanan Eropa akan membuat kejutan serupa dengan apa yang dilakukan Breivik. "Kekerasan yang dilakukan Breivik belum pernah terbayangkan sebelumnya," kata dia.


Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Chairul Akhmad
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  odong Kamis, 8 Desember 2011, 12:15
yah begitulah bangsa barat dengan ideologi dan agama demokrasinya... sayangnya banyak kaum muslim modern yang menyekutukan Allah dengan demokrasi...
  udin Rabu, 7 Desember 2011, 17:21
biar masyarakat dunia tahu bahwa merekalah yg radikal dan teroris rasist,facism,bukan islam pelanggar HAM ,intoleransi
  gahara Rabu, 7 Desember 2011, 16:30
kalau kulit hitam tapi muslim?

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...