Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Idul Adha di Arab Saudi Juga 6 November

Jumat, 28 Oktober 2011, 19:12 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH - Mahkamah Agung (MA) Arab Saudi mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Adha jatuh pada 6 November. Ini berarti wukuf di Arafah akan jatuh pada Sabtu, 5 November 2011.
 
Dari berbagai berita di surat kabar Arab Saudi, seperti Saudi Gazette, Jumat (28/10) di situ ditulis bahwa Mahkamah memang telah menetakan awal bulan Dzulhidjjah telah tampak pada Kamis 27 Oktober. Dengan demikian, Jumat (28/10), sudah masuk bulan Dzulhijjah 1432 Hijriyah.
 
Berbeda demgan di Saudi Arabia,  Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat pada pada Jumat 28 Oktober 2011 hari ini. Rapat sidang isbat ini akan dipimpin Wakil Menteri Agama, Nasarudin Umar. Ini karena, Menteri Agama Suryadarma Ali tengah menjalankan tugasnya sebagai Amirul Haj di Arab Saudi.
 
Untuk sidang isbat tersebut, Kementerian Agama juga akan menggelar pengamatan penampakan bulan di beberapa titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air. Ini misalnya di observatorium Hilal Lhok Nga, Aceh; Pekan Baru, Riau; Menara Timur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung; Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat.

Selain itu juga Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Bela-belu, Bantul, Yogyakarta; Mataram, Nusa Tenggara Barat; SPD LAPAN, Biak, Papua; Makassar, Sulawesi Selatan; Samarinda, Kalimantan Timur; Nusa Tenggara Barat; Pantai Gebang, Madura, dan SPD LAPAN Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Sebagai pembuat hasil akhir kesimpulan, dalam hal ini pemerintah juga akan bekerja sama dengan pakar hisab rukyat yang tergabung di Badan Hisab Rukyat milik Ormas Islam.
 

Reporter : Muhammad Subarkah
Redaktur : Djibril Muhammad
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...