Wednesday, 12 Jumadil Akhir 1436 / 01 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Malaysia Respon Aksi Unjuk Rasa Satu Juta Muslim

Wednesday, 19 October 2011, 10:23 WIB
Komentar : 0
.
Bendera Malaysia. Ilustrasi
Bendera Malaysia. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR--Rencana aksi unjuk rasa yang melibatkan satu juta Muslim Malaysia direspons oleh pemerintah Malaysia. Melalui komite antaragama, pemerintah Malaysia mengajak penggagas aksi, Himpun, untuk berdialog.

Sekretaris Himpun, Aminudin Yahya, menuturkan, ajakan pemerintah berdialog itu untuk mencegah kesalahpahaman aksi unjuk rasa. Yang pasti,  kata dia,  unjuk rasa memiliki tujuan  untuk mempersatukan sikap umat Islam terhadap isu pemurtadan.

"Karena itu, kami akan mengirim perwakilan untuk menjelaskan kepada anggota komite non-Muslim," paparnya seperti dikutip themalaysiainsider.com, Rabu (19/10).

Komite Antar Agama, merupakan badan bentukan Pemerintah Malaysia yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Departemen Persatuan Nasional dan Intergrasi (NUID) Datuk Azman Amin Hassan. Komite ini dibentuk oleh Februari lalu setelah beberapa insiden seperti kontroversi pengucapan kata Allah dan serangan terhadap rumah-rumah ibadah di Malaysia.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu juta umat Islam Malaysia berencana hadir dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung Sabtu (22/10) mendatang. Aksi itu merupakan bentuk protes terhadap  pemurtadan yang dilakukan kepada Muslim Malaysia. Menurut rencana, aksi tersebut bakal berlangsung di Stadion Shah Alam, Selangor.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Stevy Maradona
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Indonesia Bisa Menjadi <em>Peace</em> Moderator,' Gejolak Konflik Yaman (2)
JAKARTA -- Yaman bergejolak. Ketua Komisi Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia, Kyai Muhyiddin Djunaedi melihat ada kepentingan politik dibalik perang yang terjadi di...