Monday, 30 Safar 1436 / 22 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Larangan Pengeras Suara di Masjid Jadi Wacana Muslim Timur Tengah

Thursday, 01 September 2011, 15:08 WIB
Komentar : 1
www.the-beautiful-day.blogspot.com
Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca adalah masjid terbesar di Maroko
Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca adalah masjid terbesar di Maroko

REPUBLIKA.CO.ID,RABAT - Wacana larangan penggunaan pengeras suara di Masjid tengah menjadi pembahasan serius negara-negara Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah. Sebagian dari mereka berharap larangan penggunaan pengeras suara akan mengurangi tingkat kebisingan yang menganggu.

"Kekuatan iman tidak diukur dengan seberapa keras panggilan untuk shalat. Masjid yang tidak menggunakan pengeras suara tetap bisa menjalankan aktivitasnya," kata Saeed Lakhal, seorang pakar Agama Islam asal Maroko, seperti dikutip Al-Arabiya, Kamis (1/9).

Menurutnya, ada sejumlah masjid di Maroko yang memanfaatkan pengeras suara untuk mempromosikan agenda-agenda politik. "Banyak masjid di Maroko yang menggunakan pengeras suara bukan untuk tujuan rohani,” kata Lakhal.

Selama hampir satu dekade, rezim mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak berjuang untuk melaksanakan proyek yang akan menyinkronkan panggilan shalat di 4.000 masjid di Kairo. Harapannya akan  menurunkan hiruk-pikuk sehari-hari di ibukota Mesir. Sayang, Mubarak terlanjur ditumbangkan sehingga proyek tersebut terancam tidak berlanjut.

Said Sadek, Profesor Sosiologi asal Universitas Amerika di Kairo, mengatakan apa yang dilakukan pemerintah Mubarak merupakan usaha untuk melakukan sensor yang lebih keras. Jika pemerintah berusaha mengendalikan masjid, itu maka akan berpontesi menimbulkan masalah. “Tentu ada kepentingan lain,” katanya.

Di Arab Saudi, Kementerian Urusan Islam tengah menyelidiki keluhan masyarakat terkait tingkat kebisingan akibat penggunaan pengeras suara.

Sebelum teknologi pengeras suara diperkenalkan, suara adzan diucapkan oleh muadzin dalam menara sehingga dapat menjangkau umat dalam radius yang cukup jauh. Seiring populasi Muslim yang bertambah, jangkaun suara muadzin tidak lagi mencukupi. Muadzin secara otomatis butuh bantuan alat, yaitu tadi alat pengeras suara.

 

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Didi Purwadi
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...