Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Karena Pakai Jilbab, Muslimah ABG Dikeluarkan dari Pertandingan Basket

Minggu, 31 Juli 2011, 07:30 WIB
Komentar : 0
www.ngebasket.files.wordpress.com
Pemain basket muslimah sedang menunaikan sholat di lapangan basket. (ilustrasi)
Pemain basket muslimah sedang menunaikan sholat di lapangan basket. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,MARYLAND - Maheen Haq, ABG muslimah berusia 12 tahun, menangis ketika wasit menyuruhnya keluar dari sebuah pertandingan basket. Maheen akhirnya terpaksa duduk di bangku cadangan pada paruh pertama pertandingan karena wasit menilai jilbabnya berpotensi menimbulkan risiko keamanan.

Wasit mengatakan Maheen berpotensi tersedak apabila tetap mengenakan jilbab dalam pertandingan. Namun, remaja kelas tujuh dari Hagerstown itu akhirnya diizinkan untuk memainkan babak kedua dengan mengenakan jilbab. Izin tersebut diberikan setelah seorang administrator liga menjamin bahwa alasan agama sebagai sebuah pengecualian.

Dr Muhammad dan Anina Haq, orang tua Maheen, mengatakan bahwa putri mereka menangis setelah ia dipanggil keluar. Daphnie V. Campbell, koordinator liga, mengatakan orang tua gadis itu harus memberikan surat yang menyatakan bahwa jilbab adalah bagian dari agama putri mereka. Mereka juga harus menerima tanggung jawab untuk setiap cedera akibat pengenaan jilbab tersebut.

Seorang juru bicara Dewan Hubungan Amerika-Islam, Ibrahim Hooper, mengatakan ada jilbab yang didesain khusus sehingga bisa dipakai untuk olahraga. Dia mengatakan kasus seperti ini biasanya dapat diselesaikan dengan kerjasama dari kedua belah pihak.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : www.dailymail.co.uk
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Yeni Selasa, 2 Agustus 2011, 03:38
Subhanallah...gadis umur 12 sudah bisa mempertahankan syariat dan aturan agamanya,bgamana dgn gadis 2 d negeri kita?
  Leonardo de Harryo Senin, 1 Agustus 2011, 20:49
Katanya negara yang DEMOKRATIS, tapi kenyataannya kok RASIALIS dan DISKRIMINATIF huuh,inkonsistensi & primitif
  SUsi Minggu, 31 Juli 2011, 09:02
Selalu rasialis alasannya, negara eropa memang masih primitif. Keamanan berolah raga bisa terjadi bila pelakunya berbuat tidak sportif, bukan karena alasan jilbab.